Perkuat Komunikasi Publik, Wamenkop Pastikan Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Ekonomi Desa

Sabtu, 4 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenkop Farida Farichah sebut pentingnya komunikasi publik untuk program Kopdes Merah Putih.(foto: ist)

Wamenkop Farida Farichah sebut pentingnya komunikasi publik untuk program Kopdes Merah Putih.(foto: ist)

(Kitani.id): Harapan besar kini tertumpu pada pundak Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan. Namun, antusiasme masyarakat yang tinggi ini harus dibarengi dengan penyampaian informasi yang jernih agar tidak memicu kesalahpahaman di tengah publik.

Sebab itulah, Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah secara khusus meminta PT Agrinas Pangan Nusantara untuk memperkuat komunikasi publik. Saat mengunjungi kantor Agrinas ia menekankan pentingnya satu narasi yang kuat agar program prioritas ini tetap berjalan pada jalurnya.

Menjaga Narasi Agar Tidak Viral Negatif

Kopdes Merah Putih hadir sebagai angin segar bagi para petani dan pelaku usaha di desa karena menawarkan harga kompetitif serta pinjaman bunga ringan. Oleh karena itu, Farida mengingatkan agar setiap informasi yang keluar ke masyarakat harus konsisten dan selaras.

Baca Juga  Wamenkop Farida Farichah: Kopdes Merah Putih Hapus Ironi Kekayaan Alam Desa

Ia tidak ingin ada celah komunikasi yang justru merugikan tujuan mulia pemberdayaan ekonomi desa ini. Koordinasi yang intensif menjadi kunci agar program ini dipahami secara utuh oleh masyarakat luas tanpa ada distorsi informasi.

“Kita harus lebih intensif lagi dalam berkomunikasi, agar tidak ada misleading di ruang publik,” ujarnya, baru-baru ini.

Kopdes Merah Putih Sebagai Penyerap Produk Lokal

Sementara itu, Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan bahwa koperasi ini dirancang untuk menjadi simpul kekuatan ekonomi lokal. Selain menyediakan kebutuhan pokok dan sarana produksi, Kopdes Merah Putih akan menjadi penyerap (offtaker) hasil bumi asli desa.

Baca Juga  Wamen PANRB: ASN Daerah Siap Diterjunkan Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Melalui peran Torasera sebagai pengendali distribusi, produk-produk unggulan desa nantinya akan terhubung ke pasar yang lebih luas. Bahkan, pemanfaatan lokapasar dipersiapkan agar produk lokal bisa menembus pasar mancanegara secara lebih efektif.

“Kehadiran Kopdes Merah Putih harus menjadi fondasi utama dalam memperkuat ekonomi lokal,” tegas Joao.

Klarifikasi Terkait Pengadaan Armada Operasional

Di sisi lain, publik sempat menyoroti kebijakan impor 105 ribu unit kendaraan operasional dari India untuk mendukung mobilitas koperasi ini. Langkah tersebut sempat memicu diskusi hangat terkait dampaknya terhadap industri otomotif dalam negeri.

Baca Juga  Strategi Gubernur Mirza Bangun Ekosistem Ekonomi Desa, Jagung dan Pakan Ternak Jadi Kunci

Menanggapi hal tersebut, Joao menjelaskan bahwa pilihan impor diambil karena spesifikasi kendaraan pikap 4×4 yang dibutuhkan belum diproduksi di Indonesia. Armada senilai Rp24,66 triliun ini nantinya akan menjadi tulang punggung distribusi barang dari desa ke berbagai wilayah.(*)

Berita Terkait

Koperasi Desa Merah Putih, Solusi Akses Kesehatan di Pelosok
Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui Koperasi, Kolaborasi Kemenkop dan MUI
UU Sistem Perkoperasian Nasional Segera Sah, Koperasi Bukan Lagi Usaha “Kuno”
Menkeu Siapkan Bank Khusus Salurkan KUR untuk “Manjakan” UMKM
Pemerintah Ambil Alih Cicilan Koperasi Desa, Apdesi Soroti Aturan yang Berubah
Ribuan Kopdeskel Merah Putih Terima Bantuan Mobil Operasional
Gerai KDKMP Membuka Peluang Besar Memajukan Produk Lokal dan UMKM
Memborong Puluhan Lapak UMKM, Konsep Lebaran Sederhana Bupati Lampung Selatan

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 08:30 WIB

Koperasi Desa Merah Putih, Solusi Akses Kesehatan di Pelosok

Rabu, 8 April 2026 - 23:56 WIB

Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui Koperasi, Kolaborasi Kemenkop dan MUI

Rabu, 8 April 2026 - 23:39 WIB

UU Sistem Perkoperasian Nasional Segera Sah, Koperasi Bukan Lagi Usaha “Kuno”

Selasa, 7 April 2026 - 19:05 WIB

Menkeu Siapkan Bank Khusus Salurkan KUR untuk “Manjakan” UMKM

Selasa, 7 April 2026 - 17:47 WIB

Pemerintah Ambil Alih Cicilan Koperasi Desa, Apdesi Soroti Aturan yang Berubah

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB