Inti Berita:
• Masalah: Ketergantungan pada pestisida kimia mahal yang merusak ekosistem kebun.
• Solusi: Melindungi predator alami seperti kepik dan belalang sembah di lahan.
• Data: Satu larva kepik mampu melahap 40 kutu daun dalam satu jam.
(Kitani.id): Tidak semua serangga yang hinggap di tanaman adalah musuh petani. Faktanya, terdapat beberapa jenis serangga bermanfaat yang menjadi pelindung alami.
Mereka memangsa hama perusak seperti ulat dan kutu daun secara efektif. Oleh karena itu, keberadaan mereka sangat krusial bagi kesehatan tanaman Anda.
Pertama, kita harus mengenal kepik sebagai pemangsa ulung di lahan. Saat masih fase larva, satu kepik mampu melahap 40 kutu daun.
Selain itu, ada pula lalat jala hijau yang menjadi predator generalis. Serangga ini sangat aktif memburu hama bertubuh lunak di sekitar tanaman.
Mengenal Predator Alami Penjaga Ekosistem Kebun
Selanjutnya, jenis serangga bermanfaat lainnya adalah belalang sembah yang sangat tangguh. Serangga ini memangsa lebah, kumbang, hingga kupu-kupu pengganggu di kebun.
Kemudian, ada pula hoverflies atau lalat melayang yang membantu proses penyerbukan. Lalat ini juga sangat aktif memakan ulat serta kutu daun.
“Dengan membiarkan predator alami bekerja, ekosistem kebun akan menjadi lebih seimbang,” ungkap seorang penyuluh pertanian mengenai pentingnya keseimbangan hayati.
Terakhir, jangan lupakan kumbang tanah yang gemar memangsa ulat ngengat. Akhirnya, mari kita mulai melindungi keberadaan serangga-serangga menguntungkan ini sekarang.
Tanaman akan tetap sehat dan bebas hama tanpa biaya pestisida mahal. Tentunya, cara ini membuat pertanian di Lampung menjadi lebih lestari.(*)








