Inovasi Pangan Adaptif Jadi Kunci Hadapi Cuaca Ekstrem di Daerah

Jumat, 3 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kekeringan ekstrim mengancam kelangsungan pertanian.(Foto: ist)

Kekeringan ekstrim mengancam kelangsungan pertanian.(Foto: ist)

(Kitani.id): Petani kita kini menghadapi tantangan yang tidak mudah akibat perubahan iklim yang kian sulit ditebak. Cuaca ekstrem seperti kekeringan panjang dan banjir bandang bukan lagi sekadar cerita, melainkan ancaman nyata bagi keberlanjutan pangan di daerah.

Kondisi tersebut menjadi sorotan utama dalam webinar bertajuk diseminasi inovasi pangan tahan iklim ekstrem. Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Sri Nuryanti, menjelaskan bahwa fenomena ini berdampak langsung pada stabilitas produksi pangan nasional.

Baca Juga  Panen Raya Lampung Maret 2026

“Ketidakpastian musim tanam, kerusakan akibat bencana, serta gangguan distribusi pangan menjadi tantangan yang semakin sering dihadapi oleh berbagai wilayah di Indonesia,” kata Nuryanti saat memberikan paparan.

Strategi Adaptasi di Wilayah Rawan Bencana

Tanpa strategi yang tepat, produktivitas komoditas pangan strategis diprediksi akan terus menurun. Oleh karena itu, wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi memerlukan pendekatan pembangunan pangan yang lebih tangguh dan adaptif.

Nuryanti menegaskan bahwa riset dari daerah harus menjadi fondasi utama. Melalui riset tersebut, berbagai inovasi pangan adaptif dapat dikembangkan untuk menjawab tekanan iklim yang semakin tidak menentu.

Baca Juga  Urban Farming, Solusi Pangan di Tengah Hiruk Pikuk Lampung

“Dalam konteks tersebut, peran riset dan inovasi daerah menjadi sangat penting sebagai fondasi dalam merespons tantangan perubahan iklim,” tambahnya dengan nada optimis.

Teknologi Pertanian Cerdas Iklim

Lantas, apa saja inovasi yang mendesak untuk diterapkan? Nuryanti menyebutkan beberapa langkah konkret, mulai dari penggunaan varietas tanaman yang tahan banjir dan kekeringan hingga penerapan teknologi pertanian cerdas iklim (climate-smart agriculture).

Baca Juga  Bulog Lampung Gencarkan Serap Gabah Petani Selama Ramadhan, Harga GKP Rp6.500 per Kg

Selain itu, diversifikasi pangan lokal juga perlu diperkuat. Langkah ini bukan hanya soal menjaga jumlah produksi, tetapi juga tentang memperkuat ketahanan sistem pangan di tingkat desa maupun provinsi agar tidak goyah saat bencana datang.

Pemerintah daerah melalui BRIDA diharapkan mampu menjadi penghubung. Harapannya, hasil riset dari para ahli bisa benar-benar sampai ke tangan petani dan diterapkan secara luas di lapangan.(*)

Berita Terkait

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng
Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional
Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah
Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM
Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu
MBG di Mata Purbaya, Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis
Kepala BGN Pastikan Motor Operasional MBG untuk Kepala SPPG
Petani Lampung Selatan Mulai Go Digital, Urus Sawah Kini Cukup Lewat HP

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 19:18 WIB

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng

Jumat, 10 April 2026 - 23:32 WIB

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 - 19:45 WIB

Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah

Jumat, 10 April 2026 - 10:32 WIB

Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM

Kamis, 9 April 2026 - 20:30 WIB

Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB