Inti Berita
• Masalah: Potensi komoditas unggulan Lampung senilai Rp100 triliun belum tergarap optimal karena minimnya proses pengolahan di dalam daerah.
• Solusi: Rahmat Mirzani Djausal mendorong pengusaha muda menciptakan produk bernilai tambah melalui kreativitas dan inovasi.
• Data: Sektor hilirisasi diproyeksikan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Lampung hingga di atas 8 persen.
(Kitani.id): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak jajaran Hipmi Lampung untuk bergerak cepat menggarap sektor hilirisasi komoditas. Langkah strategis ini dinilai sebagai kunci utama agar pertumbuhan ekonomi di Bumi Ruwa Jurai bisa menembus angka 8 persen.
Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Rahmat Mirzani Djausal saat menggelar pertemuan bersama pengurus BPD Hipmi Provinsi Lampung di Bandar Lampung, Sabtu (14 Maret 2026). Ia melihat prospek ekonomi daerah saat ini sedang dalam momentum yang sangat baik untuk para pengusaha muda.
Optimalisasi Potensi Rp100 Triliun
Provinsi Lampung memiliki kekayaan komoditas mentah yang nilainya ditaksir mencapai lebih dari Rp100 triliun. Namun, sayangnya sebagian besar potensi tersebut belum diproses secara optimal melalui jalur industri pengolahan di tingkat lokal.
“Saya melihat secara helicopter view, tetapi anggota Hipmi yang tersebar di seluruh daerah harus bisa melihat potensi di wilayahnya masing-masing menjadi peluang usaha,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.
Ia mencontohkan komoditas pisang yang harganya hanya Rp7.000 per kilogram di tingkat petani. Jika pengusaha mau mengolahnya menjadi produk turunan seperti keripik, maka nilai ekonomisnya akan meningkat drastis dan memberikan keuntungan lebih besar bagi daerah.
Inovasi dan Kedekatan Pasar Jawa
Selain pisang, komoditas unggulan lain seperti kopi dan cokelat sering kali justru diolah di luar daerah sebelum kembali dipasarkan di Lampung. Padahal, Lampung memiliki keunggulan geografis karena sangat dekat dengan pasar besar di Pulau Jawa.
“Sebenarnya perbedaannya bukan pada teknologi, karena sering kali teknologinya sederhana. Hal yang paling krusial adalah kreativitas dan inovasi dari para pengusaha kita sendiri,” tambah Rahmat Mirzani Djausal.
Ketua BPD Hipmi Lampung, Gilang Ramadhan, menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Saat ini, Hipmi sedang merumuskan berbagai peluang kerja sama strategis untuk mengembangkan ekosistem usaha yang lebih kuat bagi para anggotanya.
“Kami berkomitmen membawa berbagai peluang dan insight dari pemerintah untuk dikembangkan bersama anggota agar memberi manfaat nyata bagi ekonomi daerah,” ungkap Gilang.(*)








