Hilirisasi Komoditas Jadi Kunci Ekonomi Lampung Tembus 8 Persen

Rabu, 18 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Mirza dorong Hipmi berkontribusi pada Hilirisasi komoditas.(foto: ist)

Gubernur Mirza dorong Hipmi berkontribusi pada Hilirisasi komoditas.(foto: ist)

Inti Berita

Masalah: Potensi komoditas unggulan Lampung senilai Rp100 triliun belum tergarap optimal karena minimnya proses pengolahan di dalam daerah.

Solusi: Rahmat Mirzani Djausal mendorong pengusaha muda menciptakan produk bernilai tambah melalui kreativitas dan inovasi.

Data: Sektor hilirisasi diproyeksikan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Lampung hingga di atas 8 persen.

(Kitani.id): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak jajaran Hipmi Lampung untuk bergerak cepat menggarap sektor hilirisasi komoditas. Langkah strategis ini dinilai sebagai kunci utama agar pertumbuhan ekonomi di Bumi Ruwa Jurai bisa menembus angka 8 persen.

Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Rahmat Mirzani Djausal saat menggelar pertemuan bersama pengurus BPD Hipmi Provinsi Lampung di Bandar Lampung, Sabtu (14 Maret 2026). Ia melihat prospek ekonomi daerah saat ini sedang dalam momentum yang sangat baik untuk para pengusaha muda.

Baca Juga  Kredit Perbankan Masih “Pelit” ke UMKM, Korporasi Besar Dominasi 80 Persen

Optimalisasi Potensi Rp100 Triliun

Provinsi Lampung memiliki kekayaan komoditas mentah yang nilainya ditaksir mencapai lebih dari Rp100 triliun. Namun, sayangnya sebagian besar potensi tersebut belum diproses secara optimal melalui jalur industri pengolahan di tingkat lokal.

“Saya melihat secara helicopter view, tetapi anggota Hipmi yang tersebar di seluruh daerah harus bisa melihat potensi di wilayahnya masing-masing menjadi peluang usaha,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Baca Juga  Program Desaku Maju Provinsi Lampung, Strategi Gubernur Mirzani Dorong Kemandirian Desa

Ia mencontohkan komoditas pisang yang harganya hanya Rp7.000 per kilogram di tingkat petani. Jika pengusaha mau mengolahnya menjadi produk turunan seperti keripik, maka nilai ekonomisnya akan meningkat drastis dan memberikan keuntungan lebih besar bagi daerah.

Inovasi dan Kedekatan Pasar Jawa

Selain pisang, komoditas unggulan lain seperti kopi dan cokelat sering kali justru diolah di luar daerah sebelum kembali dipasarkan di Lampung. Padahal, Lampung memiliki keunggulan geografis karena sangat dekat dengan pasar besar di Pulau Jawa.

“Sebenarnya perbedaannya bukan pada teknologi, karena sering kali teknologinya sederhana. Hal yang paling krusial adalah kreativitas dan inovasi dari para pengusaha kita sendiri,” tambah Rahmat Mirzani Djausal.

Baca Juga  Polresta Bandar Lampung Panen 2 Ton Ikan Bawal Bintang

Ketua BPD Hipmi Lampung, Gilang Ramadhan, menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Saat ini, Hipmi sedang merumuskan berbagai peluang kerja sama strategis untuk mengembangkan ekosistem usaha yang lebih kuat bagi para anggotanya.

“Kami berkomitmen membawa berbagai peluang dan insight dari pemerintah untuk dikembangkan bersama anggota agar memberi manfaat nyata bagi ekonomi daerah,” ungkap Gilang.(*)

Berita Terkait

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus
Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung
Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa
Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026
Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026
Gubernur Mirza Apresiasi Restorasi Ekosistem Way Kambas
Stok Pangan Aman Jelang Lebaran, Harga Terkendali
Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Pengamat Ingatkan Pentingnya Distribusi Tepat Sasaran

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:13 WIB

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:02 WIB

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:52 WIB

Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:37 WIB

Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:09 WIB

Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB