Inti Berita:
• Masalah: Perlunya optimalisasi potensi tebu daerah agar tidak sekadar menjadi bahan mentah.
• Solusi: Sinergi dengan Kementan untuk memperkuat ekosistem perkebunan dan rencana pembangunan pabrik hilirisasi.
• Data: Koordinasi strategis dilakukan bersama Ditjen Perkebunan Kementan RI di Lampung Utara.
(Kitani.id): Langkah Lampung Utara untuk menjadi pemain utama dalam ketahanan pangan nasional semakin nyata. Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, menerima kunjungan khusus dari rombongan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) RI di Rumah Jabatan Bupati, Rabu (11 Maret 2026).
Pertemuan hangat yang juga dihadiri Kadis Kominfo Gunaido Uthama ini membahas agenda besar mempercepat swasembada gula nasional melalui optimalisasi lahan perkebunan di Bumi Ragem Tunas Lampung.
Mengolah Tebu di “Rumah Sendiri”
Hamartoni menegaskan bahwa Lampung Utara memiliki modal besar berupa lahan tebu yang luas. Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana potensi tersebut bisa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat melalui proses pengolahan yang terintegrasi.
“Lampung Utara memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas perkebunan khususnya tebu. Ini adalah salah satu komoditas strategis dalam mendukung swasembada gula nasional,” ujar Hamartoni saat berdialog dengan jajaran Kementan.
Bagi Hamartoni, kolaborasi dengan pusat adalah kunci untuk memperbaiki ekosistem perkebunan dari hulu hingga hilir. Ia berharap petani tidak lagi hanya berfokus pada budidaya, tetapi juga mulai menyentuh aspek industri.
Target Hilirisasi dan Kesejahteraan Petani
Kunjungan Ditjen Perkebunan ini membawa sinyal positif, terutama terkait rencana pendirian pabrik hilirisasi komoditas gula di Lampung Utara. Dukungan pusat ini diharapkan mampu memangkas rantai distribusi dan meningkatkan nilai jual hasil panen petani lokal.
“Kolaborasi dengan Kementerian Pertanian menjadi langkah penting untuk memperkuat ekosistem perkebunan. Mulai dari peningkatan produksi hingga pengembangan industri hilir yang memberikan nilai tambah bagi daerah dan masyarakat,” tambah Hamartoni.
Melalui koordinasi ini, Hamartoni optimis Lampung Utara akan berperan lebih besar dalam menyokong kebutuhan gula tanah air. Jika pabrik hilirisasi ini terwujud, kesejahteraan petani tebu di Lampung Utara diprediksi akan meningkat signifikan seiring dengan hadirnya lapangan kerja dan nilai tambah ekonomi di daerah.(*)








