Ekspor Sawit Indonesia 2025 Melonjak 6 Juta Ton

Selasa, 31 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Implementasi kebijakan biofuel memicu kenaikan harga sawit dunia dan memotivasi produktivitas petani Indonesia.(Foto: ist)

Implementasi kebijakan biofuel memicu kenaikan harga sawit dunia dan memotivasi produktivitas petani Indonesia.(Foto: ist)

(Kitani.id): Kebijakan strategis pemerintah dalam hilirisasi dan pengembangan energi terbarukan terbukti memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memaparkan bahwa lonjakan ekspor sawit Indonesia dipengaruhi oleh kebijakan energi dalam negeri yang tepat sasaran.

Menurutnya, saat sebagian pasokan dialihkan untuk kebutuhan biofuel, ketersediaan di pasar internasional menjadi terbatas sehingga harga dunia terkerek naik. “Ekspor kita naik 6 juta ton sawit. Tahun 2025 tembus 32 juta ton, padahal dulu hanya 26 juta ton,” jelas Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (30 Maret 2026).

Baca Juga  Data Iklim BMKG Jadi Panduan, Penyuluh Kawal Petani Hadapi Cuaca 2026

Kenaikan harga ini menjadi insentif bagi petani untuk lebih giat berproduksi. Hasilnya, terjadi surplus produksi yang signifikan sehingga volume ekspor tetap terjaga bahkan meningkat tajam di tengah konsumsi domestik yang juga tinggi.

Transisi Energi Melalui Program E20

Selain fokus pada kelapa sawit, pemerintah tengah mempercepat pengembangan kemandirian energi melalui program E20. Program ini merupakan campuran etanol 20 persen pada bahan bakar bensin yang bahan bakunya melimpah di tanah air, mulai dari tebu hingga singkong.

Baca Juga  Hilirisasi Perkebunan, Strategi Kementan Dongkrak Nilai Tambah Tujuh Komoditas Unggulan

Amran menyebutkan bahwa implementasi E20 memiliki potensi besar untuk menggantikan bahan bakar minyak jenis bensin secara bertahap. Hal ini serupa dengan keberhasilan Brasil yang telah menerapkan campuran etanol lebih tinggi.

“Kita pastikan bahan bakunya cukup. Kita akan terus menanam tebu, singkong, hingga sawit untuk mendukung energi nabati ini,” tegasnya.

Langkah konkret bersama BUMN pangan juga terus disiapkan guna memastikan transisi energi berjalan lancar. Fokus kebijakan ke depan tidak hanya terbatas pada ketahanan pangan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama energi hijau berbasis sumber daya domestik.(*)

Berita Terkait

Hilirisasi Kelapa, Kelapa Sawit (CPO), dan Gambir Jadi Kunci Ekonomi Nasional
Dukungan Strategis Petani Kopi, Kementan Fokus Benih Unggul dan Sertifikasi Ekspor
Harga TBS Sawit Lampung Periode I Maret Naik Menjadi Rp3.194
Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor
Hilirisasi Perkebunan, Strategi Kementan Dongkrak Nilai Tambah Tujuh Komoditas Unggulan
Abdul Roni Angkat: Pacu Hilirisasi Perkebunan Lewat Penguatan Ekosistem Hulu-Hilir
Tren Harga Kakao Dunia Meningkat
Hibah Rp10 Triliun Guyur Kebun Kelapa Rakyat, Petani Lampung Bersiap Replanting

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:15 WIB

Ekspor Sawit Indonesia 2025 Melonjak 6 Juta Ton

Senin, 30 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hilirisasi Kelapa, Kelapa Sawit (CPO), dan Gambir Jadi Kunci Ekonomi Nasional

Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:05 WIB

Dukungan Strategis Petani Kopi, Kementan Fokus Benih Unggul dan Sertifikasi Ekspor

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:59 WIB

Harga TBS Sawit Lampung Periode I Maret Naik Menjadi Rp3.194

Senin, 23 Maret 2026 - 20:04 WIB

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB