Aduan Koperasi Desa Makin Mudah, Kemenkop Luncurkan Call Center Terpadu

Jumat, 20 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenkop luncurkan Call Center 1500587 untuk aduan Koperasi Desa Merah Putih. (Ilustrasi: Kitani.id)

Kemenkop luncurkan Call Center 1500587 untuk aduan Koperasi Desa Merah Putih. (Ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Banyaknya aspirasi masyarakat yang masuk secara manual melalui surat sehingga respons penanganan seringkali menjadi lambat.

Solusi: Peluncuran layanan call center terpadu 1500587 yang terintegrasi dengan teknologi chatbot dan IVR.

Data: Jam operasional layanan tersedia setiap Senin hingga Jumat, mulai pukul 07.30 sampai 16.30 WIB.

(Kitani.id): Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi mempermudah layanan bagi masyarakat dengan meluncurkan call center terpadu 1500587.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah atas banyaknya aduan terkait berbagai persoalan koperasi di daerah. Inovasi ini sangat penting, terutama bagi yang ingin berkonsultasi mengenai Koperasi Desa (Kopedeskel) Merah Putih.

Baca Juga  Imam Khanafi Inspirasi Petani Sukses di Kota Metro

Sistem Terintegrasi untuk Respons Lebih Cepat

Selanjutnya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan, bahwa sistem ini akan menggantikan cara manual yang selama ini digunakan.

Penggunaan teknologi Interactive Voice Response (IVR) akan memastikan setiap pertanyaan ditindaklanjuti oleh tim khusus. Hal ini bertujuan agar setiap hambatan yang dirasakan anggota koperasi di pedesaan segera mendapatkan solusi konkret dari pusat.

“Seluruh pengaduan yang masuk baik melalui chatbot maupun IVR akan ditindaklanjuti tim yang memberikan respons balik,” ujar Ferry memberikan kepastian (18/2/2026).

Baca Juga  Target Juni 2026, Puluhan Ribu Koperasi Desa Merah Putih Siap Perkuat Ekonomi Warga

Fokus Layanan Koperasi Desa Merah Putih

Kemudian, layanan ini juga menjadi jawaban atas banyaknya pertanyaan mengenai teknis lahan dan kendala program Kopedeskel Merah Putih. Deputi Bidang Pengawasan Kemenkop, Herbert Siagian, menambahkan bahwa tersedia fitur chatbot yang berisi bank data informasi penting.

Dengan adanya pusat informasi digital ini, pengurus koperasi di tingkat desa tidak perlu lagi bingung mengenai regulasi. “Layanan ini dilengkapi sistem IVR dan fitur chatbot berisi informasi penting mengenai Koperasi Desa Merah Putih,” jelas Herbert mengenai kecanggihan sistem.

Baca Juga  Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Akhirnya, bagi yang memiliki kendala atau pertanyaan seputar koperasi, kini bisa langsung menghubungi nomor tersebut. Pastikan Anda menelepon pada jam operasional Senin-Jumat pukul 07.30 hingga 16.30 WIB untuk mendapatkan pelayanan optimal. Mari manfaatkan kanal resmi ini agar pengelolaan koperasi di Lampung semakin transparan, maju, dan menyejahterakan seluruh anggotanya.(*)

Berita Terkait

Koperasi Desa Merah Putih, Solusi Akses Kesehatan di Pelosok
Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui Koperasi, Kolaborasi Kemenkop dan MUI
UU Sistem Perkoperasian Nasional Segera Sah, Koperasi Bukan Lagi Usaha “Kuno”
Menkeu Siapkan Bank Khusus Salurkan KUR untuk “Manjakan” UMKM
Pemerintah Ambil Alih Cicilan Koperasi Desa, Apdesi Soroti Aturan yang Berubah
Perkuat Komunikasi Publik, Wamenkop Pastikan Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Ekonomi Desa
Ribuan Kopdeskel Merah Putih Terima Bantuan Mobil Operasional
Gerai KDKMP Membuka Peluang Besar Memajukan Produk Lokal dan UMKM

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 08:30 WIB

Koperasi Desa Merah Putih, Solusi Akses Kesehatan di Pelosok

Rabu, 8 April 2026 - 23:56 WIB

Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui Koperasi, Kolaborasi Kemenkop dan MUI

Rabu, 8 April 2026 - 23:39 WIB

UU Sistem Perkoperasian Nasional Segera Sah, Koperasi Bukan Lagi Usaha “Kuno”

Selasa, 7 April 2026 - 19:05 WIB

Menkeu Siapkan Bank Khusus Salurkan KUR untuk “Manjakan” UMKM

Selasa, 7 April 2026 - 17:47 WIB

Pemerintah Ambil Alih Cicilan Koperasi Desa, Apdesi Soroti Aturan yang Berubah

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB