Inti Berita:
• Masalah: Perlunya percepatan produksi jagung nasional untuk mencapai target swasembada.
• Solusi: Pemberian bantuan benih jagung gratis serta perbaikan infrastruktur irigasi dan distribusi pupuk.
• Data: Bantuan menyasar 1 juta hektare lahan dari total 2,5 juta hektare lahan jagung nasional.
(Kitani.id): Kementerian Pertanian (Kementan) kini tengah memacu peningkatan produksi nasional. Langkah ini bertujuan mengejar target swasembada pangan dalam waktu dekat.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menekankan pentingnya empat faktor utama bagi petani. Faktor tersebut adalah ketersediaan benih, irigasi, pupuk, serta kepastian harga hasil panen.
“Dalam pertanian, ada empat hal yang menjadi pokok penting, yaitu benih, air atau irigasi, pupuk, dan setelah panen harganya harus dibeli dengan harga yang baik,” ujar Sudaryono dalam siaran pers, Senin (9 Maret 2026).
Kementan telah menyiapkan langkah strategis untuk memenuhi komponen tersebut. Salah satu program unggulannya adalah penyediaan benih jagung gratis. Program ini diharapkan mampu meringankan beban modal awal para petani di daerah.
Jaminan Harga dan Fasilitas Pupuk
Selain bantuan benih, pemerintah fokus pada perbaikan jaringan irigasi secara nasional. Anggaran sebesar Rp12 triliun telah disiapkan untuk revitalisasi irigasi primer hingga tersier. Hal ini sangat krusial agar lahan jagung tidak kekurangan air saat musim tanam.
“Kementan menyiapkan benih jagung gratis untuk 1 juta hektare lahan dari total sekitar 2,5 juta hektare lahan jagung nasional,” jelas Sudaryono.
Pemerintah juga menyederhanakan mekanisme distribusi pupuk bersubsidi. Bahkan, ada tambahan pengurangan harga sekitar 20 persen bagi petani.
Sedangkan untuk menjaga kesejahteraan, harga pembelian jagung di tingkat petani dipatok sebesar Rp5.500 per kilogram.
“Pemerintah telah menetapkan harga pembelian panen, yaitu Rp6.500 per kilogram untuk padi dan Rp5.500 per kilogram untuk jagung,” tambahnya menutup dialog tersebut.(*)








