BGN Wajibkan Satuan Pelayanan Unggah Menu Makan Bergizi Gratis ke Medsos

Minggu, 8 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perlunya transparansi publik mengenai komposisi dan kualitas menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan. (ilustrasi: Kitani.id)

Perlunya transparansi publik mengenai komposisi dan kualitas menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan. (ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita

Masalah: Perlunya transparansi publik mengenai komposisi dan kualitas menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan.

Solusi: BGN mewajibkan SPPG mengunggah menu, kadar gizi, hingga harga makanan ke media sosial sebagai sarana komunikasi.

Data: Program menyasar ibu hamil, ibu menyusui, bayi, hingga peserta didik di berbagai jenjang sekolah.

(Kitani.id): Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas untuk menjamin keterbukaan informasi. Seluruh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini diperintah untuk aktif di media sosial. Langkah ini bertujuan agar masyarakat, termasuk warga di Lampung, bisa memantau kualitas menu Makan Bergizi Gratis.

Baca Juga  Lowongan Kerja Sugar Group Companies, Penebang Tebu Tubaba Bisa Raih Rp3,6 Juta

Kewajiban ini mencakup unggahan menu harian yang lengkap dengan detail nutrisi. Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sonny Sonjaya, menekankan pentingnya hal ini. “BGN telah memerintahkan seluruh SPPG membuat media sosial sebagai sarana komunikasi antara SPPG dan masyarakat, dan wajib mengunggah menu makanan, kadar gizi serta harga,” kata Sonny di Bandung, Minggu (8 Maret 2026).

Pemerintah ingin memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan untuk gizi masyarakat benar-benar sampai dalam bentuk hidangan berkualitas. Oleh karena itu, media sosial harus memuat informasi detail, mulai dari jenis makanan hingga kandungan gizinya. Hal ini merupakan bagian dari akuntabilitas publik yang harus dijalankan oleh setiap unit pelayanan.

Baca Juga  Revitalisasi Bumi Dipasena Lampung Jadi Kunci Pasok Makan Bergizi Gratis

Masyarakat Boleh Protes Langsung

Keterbukaan ini juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan secara cepat. Jika ditemukan menu yang dirasa kurang layak, warga dipersilakan untuk menyampaikan keberatan mereka.

Hal ini demi memastikan setiap penerima manfaat, mulai dari ibu hamil hingga peserta didik, mendapatkan hak gizi yang sesuai. Tujuannya tentu saja untuk menjaga kualitas layanan di setiap wilayah tugas SPPG.

Baca Juga  Nunik: Irigasi yang Mantap Kunci Petani Lampung Panen Sepanjang Tahun

“Apabila tidak sesuai, masyarakat bisa protes. Itu salah satu bentuk transparansi dan akuntabilitas publik,” ujar Sonny menambahkan.

Meskipun tidak melarang unggahan yang bersifat viral, ia menyarankan agar laporan langsung ke pihak SPPG lebih diutamakan agar perbaikan layanan bisa segera dilakukan.(*)

Berita Terkait

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus
Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung
Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa
Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026
Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026
Gubernur Mirza Apresiasi Restorasi Ekosistem Way Kambas
Hilirisasi Komoditas Jadi Kunci Ekonomi Lampung Tembus 8 Persen
Stok Pangan Aman Jelang Lebaran, Harga Terkendali

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:13 WIB

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:02 WIB

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:52 WIB

Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:37 WIB

Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:09 WIB

Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB