TNI Lampung Ciptakan Aplikasi Pantau 10 Hektare Lahan Pertanian

Senin, 9 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inovasi digital Kodam II/Sriwijaya (Korem 043/Gatam) melalui aplikasi pemantau lahan 10 hektare dan sistem digitalisasi peternakan dukung ketahanan pangan lampung. (Foto: ist)

Inovasi digital Kodam II/Sriwijaya (Korem 043/Gatam) melalui aplikasi pemantau lahan 10 hektare dan sistem digitalisasi peternakan dukung ketahanan pangan lampung. (Foto: ist)

Inti Berita

Masalah: Regenerasi petani yang melambat (didominasi usia di atas 50 tahun) dan tantangan pemantauan produktivitas lahan secara presisi.

Solusi: Inovasi digital Kodam II/Sriwijaya (Korem 043/Gatam) melalui aplikasi pemantau lahan 10 hektare dan sistem digitalisasi peternakan.

Data: Sistem mampu mengestimasi waktu panen, potensi pendapatan, hingga pengawasan produksi telur secara daring.

(Kitani.id): Komisi I DPR RI memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan teknologi pertanian di Lampung. Anton Sukartono Suratto selaku Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses memuji langkah nyata Kodam dalam memperkuat pangan. Strategi ini dinilai menjadi solusi modern untuk menarik minat generasi muda di sektor pertanian.

Baca Juga  Gubernur Mirza: Jaga Ekosistem Singkong demi Kesejahteraan Petani Lampung

Pantau Lahan Pertanian Lewat Ujung Jari

Inovasi yang paling mencuri perhatian adalah pengembangan aplikasi khusus pemantau lahan. Sistem digital ini mampu memetakan produktivitas lahan pertanian hingga seluas 10 hektare secara mendetail. Alhasil, perkembangan tanaman dapat dipantau setiap saat tanpa harus selalu berada di lokasi.

Aplikasi tersebut juga memberikan data estimasi waktu panen yang sangat akurat. Selain itu, petani bisa melihat potensi pendapatan yang akan diperoleh secara transparan.

Baca Juga  Nunik: Irigasi yang Mantap Kunci Petani Lampung Panen Sepanjang Tahun

Keunggulan ini membuat pengelolaan pertanian di wilayah Lampung menjadi jauh lebih terukur dan profesional.

“Bayangkan, tim Kodam menciptakan aplikasi untuk mengecek 10 hektare lahan pertanian. Kita bisa tahu kapan panen dan berapa estimasi pendapatannya. Ini luar biasa,” ujar Anton dalam keterangan tertulisnya, Senin (9 Maret 2026).

Digitalisasi Peternakan dan Tantangan Regenerasi

Tidak hanya di sawah, sentuhan teknologi juga masuk ke area peternakan warga.

Saat ini terdapat sistem pemantauan produksi telur yang dilakukan sepenuhnya secara daring. Maka dari itu, proses pengawasan menjadi lebih efektif karena data produksi masuk secara real-time.

Baca Juga  Urban Farming, Solusi Pangan di Tengah Hiruk Pikuk Lampung

Langkah strategis TNI ini diharapkan mampu menjawab tantangan besar mengenai regenerasi petani. Mengingat mayoritas petani saat ini sudah berusia lanjut, hadirnya teknologi menjadi daya tarik bagi pemuda. Sinergi antara pertahanan dan ketahanan pangan ini menjadi fondasi kuat bagi masa depan Lampung.

“Kalau tentara mengurus pertahanan itu sudah biasa. Namun, ketika ikut membina ketahanan pangan dengan inovasi digital, ini sesuatu yang sangat istimewa,” tambah Anton.(*)

Berita Terkait

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus
Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung
Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa
Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026
Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026
Gubernur Mirza Apresiasi Restorasi Ekosistem Way Kambas
Hilirisasi Komoditas Jadi Kunci Ekonomi Lampung Tembus 8 Persen
Stok Pangan Aman Jelang Lebaran, Harga Terkendali

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:13 WIB

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:02 WIB

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:52 WIB

Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:37 WIB

Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:09 WIB

Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB