Sistem Pagar Kopi Robusta Lampung, Produksi Melejit 4 Ton Per Hektare

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani disarankan menerapkan metode petik merah dan dilarang menjemur kopi langsung di atas tanah.(foto: ist)

Petani disarankan menerapkan metode petik merah dan dilarang menjemur kopi langsung di atas tanah.(foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Banyak tanaman kopi sudah tua dan tidak produktif, serta adanya keterbatasan lahan perluasan.

Solusi: Penerapan metode sambung samping, sistem pagar, dan pembangunan demplot percontohan di sentra kopi.

Data: Populasi pohon meningkat hingga 4.000 batang per hektare dengan target produksi 4 ton.

(Kiani.id): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melakukan peremajaan terhadap tanaman kopi yang sudah tua. Langkah ini bertujuan mendongkrak produktivitas kopi robusta yang menjadi komoditas unggulan daerah.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Yuliastuti, menyampaikan komitmennya pada Kamis (5/2/2026). Pihaknya terus berupaya meningkatkan hasil panen robusta melalui berbagai inovasi teknologi pertanian.

Baca Juga  Hibah Rp10 Triliun Guyur Kebun Kelapa Rakyat, Petani Lampung Bersiap Replanting

Salah satu teknik yang diterapkan adalah metode sambung samping pada tanaman tua. Selain itu, percepatan pertumbuhan tanaman muda dilakukan melalui perlakuan teknis khusus agar cepat berbuah.

Optimalisasi Lahan dengan Sistem Pagar

Pemerintah kini fokus pada optimalisasi lahan yang ada karena keterbatasan area perluasan. Budidaya sistem pagar menjadi pilihan utama untuk meningkatkan kepadatan populasi tanaman kopi.

Baca Juga  Hilirisasi Kelapa, Kelapa Sawit (CPO), dan Gambir Jadi Kunci Ekonomi Nasional

Melalui sistem pagar, petani mampu meningkatkan populasi pohon secara signifikan di lahan mereka. Jumlahnya naik dari 2.500 batang menjadi sekitar 4.000 batang per hektare.

“Produksi kopi bisa mencapai 4 ton per hektare atau naik dua kali lipat,” ujar Yuliastuti. Pemerintah juga telah membangun demplot percontohan di Kabupaten Lampung Barat dan Tanggamus.

Kualitas Petik Merah dan Hilirisasi

Transformasi pertanian ini juga menyasar pada peningkatan kualitas hasil panen para petani. Petani dilatih menerapkan metode petik merah dan dilarang menjemur kopi langsung di atas tanah.

Baca Juga  Tren Harga Kakao Dunia Meningkat

Dinas Perkebunan memberikan bantuan berupa terpal, alat penggiling, hingga mesin huller. Dukungan ini diberikan agar proses pascapanen kopi Lampung lebih higienis dan bermutu tinggi.

Upaya hilirisasi juga diperkuat melalui pelatihan roasting, pengemasan, serta akses pasar yang luas. Data BPS mencatat ekspor kopi Lampung tahun 2025 sukses menembus angka 400 juta USD.(*)

Berita Terkait

Ekspor Sawit Indonesia 2025 Melonjak 6 Juta Ton
Hilirisasi Kelapa, Kelapa Sawit (CPO), dan Gambir Jadi Kunci Ekonomi Nasional
Dukungan Strategis Petani Kopi, Kementan Fokus Benih Unggul dan Sertifikasi Ekspor
Harga TBS Sawit Lampung Periode I Maret Naik Menjadi Rp3.194
Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor
Hilirisasi Perkebunan, Strategi Kementan Dongkrak Nilai Tambah Tujuh Komoditas Unggulan
Abdul Roni Angkat: Pacu Hilirisasi Perkebunan Lewat Penguatan Ekosistem Hulu-Hilir
Tren Harga Kakao Dunia Meningkat

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:15 WIB

Ekspor Sawit Indonesia 2025 Melonjak 6 Juta Ton

Senin, 30 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hilirisasi Kelapa, Kelapa Sawit (CPO), dan Gambir Jadi Kunci Ekonomi Nasional

Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:05 WIB

Dukungan Strategis Petani Kopi, Kementan Fokus Benih Unggul dan Sertifikasi Ekspor

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:59 WIB

Harga TBS Sawit Lampung Periode I Maret Naik Menjadi Rp3.194

Senin, 23 Maret 2026 - 20:04 WIB

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB