Inti Berita:
• Masalah: Konflik berkepanjangan antara manusia dan gajah di Lampung Timur.
• Solusi: Pembangunan pagar, kanal, serta restorasi ekosistem Way Kambas senilai Rp 839 miliar.
• Data: Melibatkan Zeni TNI AD untuk memastikan ketahanan infrastruktur fisik.
(Kitani.id): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto merestorasi ekosistem Way Kambas. Kebijakan ini dinilai sebagai solusi strategis untuk mengakhiri konflik gajah dan manusia.
Sebelumnya dikabarkan dana Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp 839 miliar akan segera dikucurkan. Anggaran tersebut dialokasikan untuk membangun pagar serta kanal pembatas yang permanen di area Way Kambas. Melalui langkah ini, keamanan warga sekitar hutan akan lebih terjamin dari gangguan gajah liar.
Pembangunan Infrastruktur dan Kelestarian Alam
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menegaskan bahwa pembangunan fisik akan melibatkan satuan Zeni TNI AD.
Kerja sama ini bertujuan untuk memastikan kualitas bangunan tetap kokoh dalam jangka panjang. Selain itu, restorasi ekosistem Way Kambas menjadi kunci agar gajah tetap betah di habitat aslinya.
Gubernur Mirza menyampaikan bahwa keselamatan warga dan keberlanjutan pertanian adalah hal utama. “Langkah ini menunjukkan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat, namun tetap berorientasi pada konservasi,” ungkapnya pada Jumat (14 Maret 2026). Ia sangat berterima kasih atas perhatian besar pemerintah pusat terhadap masyarakat Lampung.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Sekitar
Pemerintah juga merencanakan pusat pemberdayaan ekonomi di luar kawasan pemisah. Program ini meliputi pengembangan ternak madu yang tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Skema tersebut dirancang agar masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi tanpa merusak hutan lindung.
Dengan sinergi pusat dan daerah, restorasi ekosistem Way Kambasdiharapkan menjadi model konservasi nasional.
Harapannya, tidak ada lagi korban jiwa maupun kerugian lahan pertanian akibat konflik satwa. Warga kini bisa merasa aman karena negara hadir memberikan solusi yang menyeluruh. (*)








