Bupati Ela Dorong Agroforestry Kakao Jadi Contoh Praktik Baik di Lampung Timur

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah.(foto:ist)

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah.(foto:ist)

Inti Berita:

Masalah: Tekanan kawasan hutan dan degradasi lahan mengancam kesejahteraan petani di Lampung Timur.

Solusi: Pengembangan agroforestry kakao berkelanjutan melalui kolaborasi dengan PT Olam Indonesia dan mitra internasional.

Data: Program ini difokuskan pada Kelompok Tani Hutan (KTH) 5 Desa Sidomulyo dengan dukungan pendanaan dari UKAid.

(Kitani.id): Pemerintah Kabupaten Lampung Timur kini resmi mengembangkan program agroforestry kakao berkelanjutan berbasis perhutanan sosial. Program ini dirancang untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan. Melalui pendekatan ini, petani di wilayah Way Jepara diharapkan bisa mendapatkan pendapatan yang lebih stabil.

Baca Juga  Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, memberikan apresiasi besar kepada seluruh mitra internasional yang terlibat. Diskusi strategis ini dihadiri oleh perwakilan PT Olam Indonesia, Palladium, P4F, hingga Pemerintah Inggris. “Ini merupakan sebuah kehormatan dan kepercayaan yang sangat berharga bagi kami,” ujar Ela saat memberikan keterangan di Bandarlampung, Rabu (4 Februari 2026).

Kolaborasi Global Tingkatkan Kapasitas Petani Lokal

Penerapan agroforestry menjadi jawaban atas tantangan perubahan iklim yang mulai dirasakan oleh para petani. Sistem ini memadukan tanaman hutan dengan komoditas kakao unggulan yang ramah lingkungan.

Baca Juga  Perputaran Uang HUT Lampung Timur Tembus Rp10 Miliar

Selain itu, masyarakat dilibatkan sebagai pelaku utama dalam mengelola hutan secara mandiri dan berkelanjutan.

Bupati Ela menegaskan bahwa agroforestry bukan sekadar metode budidaya biasa di lapangan.

“Agroforestry kakao adalah pendekatan terpadu yang mampu merehabilitasi hutan sekaligus memberikan pendapatan berkelanjutan,” jelasnya. Program ini juga mencakup penguatan kelembagaan Kelompok Tani Hutan (KTH) agar petani lebih berdaya saing.

Baca Juga  Jaga Keseimbangan Alam, 942 Burung Hasil Sitaan Kembali ke Hutan

Selanjutnya, Ella mendorong KTH Sidomulyo untuk menjadi contoh bagi kelompok perhutanan sosial lainnya di Provinsi Lampung. PT Olam Indonesia pun memberikan respons positif terhadap kualitas tanaman kakao yang dihasilkan petani Lampung Timur.

Kemitraan jangka panjang ini diharapkan terus memberikan manfaat ekonomi yang adil bagi seluruh pihak terkait.(*)

Berita Terkait

Jaga Keseimbangan Alam, 942 Burung Hasil Sitaan Kembali ke Hutan
Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti
Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan
Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor
Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia
Solusi Permanen Konflik Gajah TNWK, Pagar Pembatas 138 Kilometer Mulai Dibangun
Wamen LHK Rohmat Marzuki Ajak Rimbawan Perkuat Ekonomi Hijau di Bulan Ramadan
Hari Bakti Rimbawan, Momentum Perkuat Jati Diri Penjaga Hutan

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 23:20 WIB

Jaga Keseimbangan Alam, 942 Burung Hasil Sitaan Kembali ke Hutan

Rabu, 8 April 2026 - 23:24 WIB

Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti

Sabtu, 4 April 2026 - 23:58 WIB

Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan

Sabtu, 4 April 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:56 WIB

Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia

Berita Terbaru