(Kitani.id): Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkomitmen penuh mendukung pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan dan modern. Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, menegaskan pentingnya kolaborasi teknologi untuk memulihkan ekosistem sekaligus mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Kami siap mendukung dan berkolaborasi untuk memulihkan ekosistem, tetapi kita juga harus mampu mewujudkan swasembada pangan,” ujar Rohmat di Jakarta, Sabtu (4 April 2026).
Sebagai langkah nyata, pemerintah mulai mengoptimalkan pemanfaatan lahan terbuka yang tidak berhutan. Lahan-lahan tersebut akan difungsikan sebagai sumber benih unggul, pusat hilirisasi, serta pengembangan konsep agroforestri yang menjadi prioritas utama.
Transformasi Teknologi di Sektor Pertanian
Langkah strategis ini mencakup penerapan Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk meningkatkan produktivitas. Melalui integrasi ekosistem yang melibatkan lahan, teknologi, dan sumber daya manusia, transformasi tani diharapkan berjalan lebih cepat.
Fokus pengembangan ini menyasar komoditas strategis dan penguatan sistem pertanian berbasis data. Penggunaan kecerdasan buatan (AI) diharapkan mampu mendongkrak efisiensi serta menjaga stabilitas harga pangan di tingkat petani.
Pendekatan digital ini memungkinkan pengumpulan data secara akurat. Dengan begitu, petani dapat mengelola lahan dengan lebih terukur dan hasil panen pun menjadi lebih produktif.
Analisis Data untuk Kebijakan Akurat
Pemanfaatan teknologi AI juga didorong untuk melakukan analisis data pertanian secara real-time. Langkah ini sangat krusial agar pengambilan kebijakan di lapangan menjadi lebih tepat dan responsif terhadap perubahan cuaca maupun dinamika pasar.
Melalui kolaborasi lintas lembaga, pemerintah ingin menciptakan model pertanian modern yang terintegrasi. Rohmat menambahkan, teknologi bukan hanya soal hasil, tetapi juga tentang menjaga kelestarian lingkungan agar tetap produktif dalam jangka panjang.
“Dukungan teknologi akan menjadikan kawasan pertanian lebih modern, produktif, dan tetap menjaga kelestarian alam,” tegasnya. (*)








