Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan

Sabtu, 4 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertanian Berbasis Artificial Intelligence. (Ilustrasi: ist)

Pertanian Berbasis Artificial Intelligence. (Ilustrasi: ist)

(Kitani.id): Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkomitmen penuh mendukung pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan dan modern. Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, menegaskan pentingnya kolaborasi teknologi untuk memulihkan ekosistem sekaligus mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Kami siap mendukung dan berkolaborasi untuk memulihkan ekosistem, tetapi kita juga harus mampu mewujudkan swasembada pangan,” ujar Rohmat di Jakarta, Sabtu (4 April 2026).

Sebagai langkah nyata, pemerintah mulai mengoptimalkan pemanfaatan lahan terbuka yang tidak berhutan. Lahan-lahan tersebut akan difungsikan sebagai sumber benih unggul, pusat hilirisasi, serta pengembangan konsep agroforestri yang menjadi prioritas utama.

Baca Juga  Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia

Transformasi Teknologi di Sektor Pertanian

Langkah strategis ini mencakup penerapan Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk meningkatkan produktivitas. Melalui integrasi ekosistem yang melibatkan lahan, teknologi, dan sumber daya manusia, transformasi tani diharapkan berjalan lebih cepat.

Fokus pengembangan ini menyasar komoditas strategis dan penguatan sistem pertanian berbasis data. Penggunaan kecerdasan buatan (AI) diharapkan mampu mendongkrak efisiensi serta menjaga stabilitas harga pangan di tingkat petani.

Baca Juga  Tak Hanya Kayu, Indonesia Pamer Strategi Hutan Multi Usaha di Wina Austria

Pendekatan digital ini memungkinkan pengumpulan data secara akurat. Dengan begitu, petani dapat mengelola lahan dengan lebih terukur dan hasil panen pun menjadi lebih produktif.

Analisis Data untuk Kebijakan Akurat

Pemanfaatan teknologi AI juga didorong untuk melakukan analisis data pertanian secara real-time. Langkah ini sangat krusial agar pengambilan kebijakan di lapangan menjadi lebih tepat dan responsif terhadap perubahan cuaca maupun dinamika pasar.

Baca Juga  Gandeng Ilmuwan dan Peneliti, Kementan Pastikan Teknologi Pertanian Masuk ke Lahan Petani

Melalui kolaborasi lintas lembaga, pemerintah ingin menciptakan model pertanian modern yang terintegrasi. Rohmat menambahkan, teknologi bukan hanya soal hasil, tetapi juga tentang menjaga kelestarian lingkungan agar tetap produktif dalam jangka panjang.

“Dukungan teknologi akan menjadikan kawasan pertanian lebih modern, produktif, dan tetap menjaga kelestarian alam,” tegasnya. (*)

Berita Terkait

Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti
Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor
Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia
Solusi Permanen Konflik Gajah TNWK, Pagar Pembatas 138 Kilometer Mulai Dibangun
Wamen LHK Rohmat Marzuki Ajak Rimbawan Perkuat Ekonomi Hijau di Bulan Ramadan
Hari Bakti Rimbawan, Momentum Perkuat Jati Diri Penjaga Hutan
Menjaga Napas Hutan, Etika Islam dalam Memanen Kekayaan Alam
Program Green Hajj, Ubah Sampah Jadi Kompos dan Wakaf Pohon Produktif

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 23:24 WIB

Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti

Sabtu, 4 April 2026 - 23:58 WIB

Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan

Sabtu, 4 April 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:56 WIB

Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:08 WIB

Solusi Permanen Konflik Gajah TNWK, Pagar Pembatas 138 Kilometer Mulai Dibangun

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB