Inti Berita:
• Masalah: Perlunya perluasan akses pasar dan penguatan kepercayaan global terhadap produk bahari Indonesia.
• Solusi: Partisipasi aktif dalam pameran boga bahari terbesar di Boston, Amerika Serikat.
• Data: Nilai ekspor ke AS mencapai USD 1,17 miliar pada 2025, dengan komoditas unggulan udang dan tuna.
(Kitani.id): Indonesia kembali menunjukkan taringnya di panggung boga bahari dunia melalui ajang Seafood Expo North America (SENA) 2026. Paviliun Indonesia hadir di Boston untuk memperkenalkan kekayaan laut nusantara yang aman dan berkelanjutan. Langkah ini diambil guna perkuat jejaring bisnisdengan para importir serta distributor besar asal Amerika Serikat.
Duta Besar RI untuk AS, Dwisuryo Indroyono Soesilo, hadir langsung membuka paviliun nasional tersebut. Kehadiran delegasi Indonesia menjadi sinyal kuat bahwa produk perikanan kita siap bersaing di pasar global. Pertemuan bisnis intensif pun langsung digelar sejak hari pertama pameran berlangsung.
Minat Tinggi Importir Amerika Terhadap Udang dan Tuna
Para pelaku usaha perikanan Indonesia memanfaatkan momentum ini untuk menjalin komunikasi dengan mitra potensial.
Atase Perdagangan RI di Washington D.C., Ranitya Kusumadewi, melihat adanya ketertarikan yang besar dari pembeli luar negeri. Fokus utama diskusi bisnis kali ini mencakup komoditas udang, tuna segar, hingga berbagai produk olahan.
Selain transaksi dagang, delegasi Indonesia juga menemui regulator pangan dunia seperti U.S. FDA. Hal ini bertujuan untuk memastikan standar kualitas produk kita tetap diakui secara internasional.
Upaya perkuat jejaring bisnis ini diharapkan mampu menjaga posisi Indonesia sebagai pemasok utama seafood ke pasar Amerika.
Momentum Perkuat Rantai Pasok Global
Staf Ahli Kemenko Pangan, Bara Krishna Hasibuan, menegaskan bahwa posisi Indonesia saat ini sangat diperhitungkan. Kita menempati peringkat ketiga sebagai negara pengekspor boga bahari ke Amerika Serikat. Keikutsertaan dalam SENA 2026 menjadi sangat krusial untuk mengunci peluang kerja sama jangka panjang.
“Kehadiran Indonesia sangat penting untuk memperkuat posisi kita dalam rantai pasok boga bahari global,” ujar Bara Krishna Hasibuan, Selasa (17 Maret 2026). Dengan nilai ekspor yang menembus miliaran dolar, pemerintah optimis citra produk nasional akan semakin kompetitif.
Harapannya, kepercayaan pasar dunia terhadap keberlanjutan produk laut Indonesia terus meningkat.(*)








