Gubernur Mirza Gandeng Sang Hyang Seri Perkuat Perbenihan Padi Lampung

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, kini menjajaki kolaborasi strategis dengan PT Sang Hyang Seri (SHS). (Foto: ist)

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, kini menjajaki kolaborasi strategis dengan PT Sang Hyang Seri (SHS). (Foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Ketersediaan benih berkualitas sering menjadi kendala bagi petani di Lampung untuk meningkatkan hasil panen.

Solusi: Pemprov Lampung menjalin kolaborasi strategis dengan PT Sang Hyang Seri (SHS) untuk fokus pada pengembangan pusat benih.

Data: Lampung mencatat surplus padi 3,5 juta ton pada 2025 dan menjadi produsen jagung lima besar nasional.

(Kitani.id): Pemerintah Provinsi Lampung terus bergerak cepat guna mendukung agenda swasembada pangan nasional. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, kini menjajaki kolaborasi strategis dengan PT Sang Hyang Seri (SHS). Pertemuan ini fokus pada penguatan sektor Perbenihan Padi Lampung, jagung, serta kedelai secara berkelanjutan.

Baca Juga  Penguatan Sistem Irigasi Rawa Jadi Kunci Ketahanan Pangan Nasional

Rapat strategis tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Selasa (10/2/2026). Selain itu, kerja sama ini bertujuan mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang pangan. “Lampung menargetkan penguatan sebagai lumbung pangan nasional,” ujar  Mirza dengan penuh semangat.

Fokus Benih dan Sejahterakan Petani Penangkar

Direktur Utama PT Sang Hyang Seri, Adhi Cahyono Nugroho, menyatakan bahwa perusahaannya kini fokus penuh pada urusan benih. Pihak SHS melihat Lampung memiliki potensi sangat strategis sebagai basis produksi benih masa depan. Oleh karena itu, SHS menawarkan skema offtake yang sangat menguntungkan bagi para petani penangkar lokal.

Baca Juga  El Nino Godzilla, Petani Lampung Andalkan Jaringan Irigasi Air Tanah

Melalui skema ini, petani akan mendapatkan pembayaran maksimal satu hari setelah panen. Selain itu, harga beli benih lebih tinggi Rp300 hingga Rp500 per kilogram dari harga pasar. “Skema ini terbukti meningkatkan minat petani penangkar dan menjamin kesejahteraan mereka,” ungkap Adhi  saat menjelaskan programnya.

Optimalkan Aset dan Tingkatkan Produktivitas

Selanjutnya, Gubernur Mirza mendorong agar pengembangan Perbenihan Padi Lampung dilakukan di lokasi-lokasi unggulan. Beberapa wilayah seperti Trimurjo, Pringsewu, hingga Tanggamus menjadi prioritas utama karena produktivitasnya yang tinggi. Selain itu, terdapat peluang pemanfaatan aset fasilitas riset milik SHS di Nambahrejo, Lampung Tengah.

Baca Juga  Program Desaku Maju Perkuat Sektor Pertanian di Pesawaran

Kehadiran SHS dianggap sangat tepat karena sektor pertanian menopang 28 persen ekonomi di Bumi Ruwa Jurai. Apalagi, Lampung berhasil meraih surplus produksi padi hingga 3,5 juta ton pada tahun 2025 lalu. “Dukungan SHS diharapkan mampu memperkuat basis produksi pertanian kita,” pungkas Asisten II Pemprov Lampung, Mulyadi Irsan.(*)

Berita Terkait

El Nino Godzilla, Petani Lampung Andalkan Jaringan Irigasi Air Tanah
Antisipasi El Nino Lampung Siapkan 1.222 Irigasi Perpompaan
Stok Beras Nasional Aman 11 Bulan, Mentan Amran Fokus Genjot Produksi
Ancaman Krisis Pangan, Mentan: Konglomerat Dunia Diam-diam Borong Lahan
Lampung Segera Tetapkan Area Lahan Sawah yang Dilindungi
Teknologi AWD Lewat Pipa Paralon, Solusi Hemat Air Sawah Hingga 20 Persen
Penguatan Sistem Irigasi Rawa Jadi Kunci Ketahanan Pangan Nasional
Mentan Amran Tantang Anak Muda Garap Sektor Pertanian, Bibit dan Pupuk Gratis!

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 18:34 WIB

El Nino Godzilla, Petani Lampung Andalkan Jaringan Irigasi Air Tanah

Rabu, 8 April 2026 - 12:40 WIB

Stok Beras Nasional Aman 11 Bulan, Mentan Amran Fokus Genjot Produksi

Selasa, 7 April 2026 - 17:00 WIB

Ancaman Krisis Pangan, Mentan: Konglomerat Dunia Diam-diam Borong Lahan

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:29 WIB

Lampung Segera Tetapkan Area Lahan Sawah yang Dilindungi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:52 WIB

Teknologi AWD Lewat Pipa Paralon, Solusi Hemat Air Sawah Hingga 20 Persen

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB