Inti Berita:
• Masalah: Perlunya penguatan cadangan pangan nasional dan kepastian harga bagi petani di tengah masa panen.
• Solusi: Aktivitas “Tim Jemput Pangan” Bulog yang turun langsung ke sawah untuk menyerap gabah petani secara optimal selama Ramadhan.
• Data: Capaian saat ini 101 ribu ton GKP (25,58% dari target 430 ribu ton tahun 2026). Harga beli pemerintah dipatok Rp6.500 per kg.
(Kitani.id): Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Lampung memastikan aktivitas penyerapan gabah petani tetap berjalan kencang meski di tengah suasana Ramadhan. Langkah ini diambil untuk memperkuat cadangan pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra, menegaskan bahwa komitmen pelayanan tetap menjadi prioritas utama. Penyerapan gabah dilakukan secara intensif sebagai bagian dari penugasan pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Tim Jemput Pangan Turun ke Sawah
Memasuki bulan puasa, Bulog Lampung mengandalkan “Tim Jemput Pangan” yang bergerak aktif ke berbagai sentra pertanian. Petugas di lapangan melakukan pembelian langsung dari petani agar proses transaksi lebih cepat dan efisien.
“Upaya ini menunjukkan komitmen kami dalam menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memastikan ketersediaan pasokan pangan nasional tetap terjaga,” ujar Rindo Safutra di Bandarlampung, Senin (2 Maret 2026).
Melalui pola jemput bola ini, petani mendapatkan kepastian harga sesuai ketentuan pemerintah. Saat ini, Bulog menetapkan harga pembelian Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram bagi gabah yang sudah memasuki usia panen sesuai standar.
Target Besar untuk Lumbung Pangan
Provinsi Lampung memiliki tanggung jawab besar sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Untuk tahun 2026, Kanwil Lampung ditargetkan mampu menyerap sebanyak 430 ribu ton GKP atau setara dengan 253 ribu ton beras.
Sejauh ini, realisasi pengadaan di wilayah Lampung telah menyentuh angka 101 ribu ton GKP. Pencapaian tersebut setara dengan 25,58 persen dari total target tahunan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Rindo Safutra pun mengajak seluruh petani maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Lampung untuk memanfaatkan layanan Bulog dalam menjual hasil panen mereka. Kerja sama ini diharapkan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi petani di pedesaan.
Kolaborasi Lintas Sektor
Kelancaran penyerapan gabah di lapangan tidak terlepas dari peran sinergis berbagai pihak. Dukungan dari pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, hingga mitra penggilingan menjadi kunci suksesnya pengadaan pangan tahun ini.
“Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petani sekaligus mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah,” tambah Rindo.
Dengan serapan yang terjaga, diharapkan stok beras di Bumi Ruwa Jurai tetap aman guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri mendatang. (*)








