Inti Berita:
• Masalah: Tekanan pertumbuhan penduduk dan perubahan iklim terhadap ketersediaan lahan pangan produktif.
• Solusi: Optimalisasi lahan rawa melalui pendekatan tata air yang terintegrasi dan adaptif.
• Data: Indonesia memiliki potensi lahan rawa luas yang belum terkelola maksimal sebagai aset strategis.
(Kitani.id): Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang serius melirik potensi besar lahan rawa di Indonesia. Kepala BPSDM Kementerian PU, Apri Artoto, menegaskan bahwa pengelolaan air adalah jantung dari pembangunan pangan. Tanpa air yang terkelola dengan baik, mustahil produktivitas pertanian bisa tumbuh berkelanjutan.
Oleh karena itu, pemerintah mendorong langkah strategis untuk menghadapi dinamika perubahan iklim yang makin ekstrem. Lahan rawa yang selama ini dianggap sulit, justru menjadi harapan baru untuk memperkuat stok pangan.
Tantangannya memang besar, namun potensi ini adalah aset negara yang sangat berharga.
Strategi Jitu Mengelola Lahan Rawa
Apri menjelaskan bahwa karakteristik hidrologi rawa memang cukup kompleks dan unik. Hal ini membutuhkan pendekatan yang tidak biasa dibandingkan dengan lahan pertanian sawah umumnya.
Maka dari itu, penguatan sistem irigasi rawa menjadi jawaban paling realistis untuk mendongkrak produksi nasional saat ini.
Langkah tersebut bukan sekadar membangun infrastruktur fisik atau rehabilitasi jaringan irigasi yang rusak. Lebih dari itu, pemerintah fokus pada penguatan kebijakan dan perencanaan tata air yang lebih efektif.
Kapasitas sumber daya manusia yang mengelola irigasi juga harus ditingkatkan agar sistem berjalan optimal.
Manfaat Berkelanjutan bagi Petani
Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi kelembagaan yang kuat dan kapasitas pengelola di lapangan. Jika dikelola secara komprehensif, lahan rawa akan memberikan kontribusi signifikan bagi kesejahteraan masyarakat. Petani di wilayah rawa diharapkan bisa panen lebih stabil dan produktif.
Apri menyebut bahwa pendekatan terpadu adalah kunci untuk memastikan manfaat jangka panjang bagi sektor pertanian. “Pendekatan yang komprehensif menjadi kunci dalam memastikan pengembangan irigasi rawa memberikan manfaat berkelanjutan,” ujarnya, Senin (16 Maret 2026). Upaya ini diharapkan mampu menjamin kedaulatan pangan nasional di masa depan.(*)








