Penguatan Sistem Irigasi Rawa Jadi Kunci Ketahanan Pangan Nasional

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Irigasi Rawa Lahan rawa.(foto: ist)

Irigasi Rawa Lahan rawa.(foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Tekanan pertumbuhan penduduk dan perubahan iklim terhadap ketersediaan lahan pangan produktif.

Solusi: Optimalisasi lahan rawa melalui pendekatan tata air yang terintegrasi dan adaptif.

Data: Indonesia memiliki potensi lahan rawa luas yang belum terkelola maksimal sebagai aset strategis.

(Kitani.id): Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang serius melirik potensi besar lahan rawa di Indonesia. Kepala BPSDM Kementerian PU, Apri Artoto, menegaskan bahwa pengelolaan air adalah jantung dari pembangunan pangan. Tanpa air yang terkelola dengan baik, mustahil produktivitas pertanian bisa tumbuh berkelanjutan.

Baca Juga  Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Capai 30 Ribu Unit, Rp45 Triliun Mengalir ke Desa

Oleh karena itu, pemerintah mendorong langkah strategis untuk menghadapi dinamika perubahan iklim yang makin ekstrem. Lahan rawa yang selama ini dianggap sulit, justru menjadi harapan baru untuk memperkuat stok pangan.

Tantangannya memang besar, namun potensi ini adalah aset negara yang sangat berharga.

Strategi Jitu Mengelola Lahan Rawa

Apri menjelaskan bahwa karakteristik hidrologi rawa memang cukup kompleks dan unik. Hal ini membutuhkan pendekatan yang tidak biasa dibandingkan dengan lahan pertanian sawah umumnya.

Baca Juga  Target Juni 2026, Puluhan Ribu Koperasi Desa Merah Putih Siap Perkuat Ekonomi Warga

Maka dari itu, penguatan sistem irigasi rawa menjadi jawaban paling realistis untuk mendongkrak produksi nasional saat ini.

Langkah tersebut bukan sekadar membangun infrastruktur fisik atau rehabilitasi jaringan irigasi yang rusak. Lebih dari itu, pemerintah fokus pada penguatan kebijakan dan perencanaan tata air yang lebih efektif.

Kapasitas sumber daya manusia yang mengelola irigasi juga harus ditingkatkan agar sistem berjalan optimal.

Manfaat Berkelanjutan bagi Petani

Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi kelembagaan yang kuat dan kapasitas pengelola di lapangan. Jika dikelola secara komprehensif, lahan rawa akan memberikan kontribusi signifikan bagi kesejahteraan masyarakat. Petani di wilayah rawa diharapkan bisa panen lebih stabil dan produktif.

Baca Juga  Pemerintah Siapkan Benih Jagung Gratis untuk 1 Juta Hektare Lahan

Apri menyebut bahwa pendekatan terpadu adalah kunci untuk memastikan manfaat jangka panjang bagi sektor pertanian. “Pendekatan yang komprehensif menjadi kunci dalam memastikan pengembangan irigasi rawa memberikan manfaat berkelanjutan,” ujarnya, Senin (16 Maret 2026). Upaya ini diharapkan mampu menjamin kedaulatan pangan nasional di masa depan.(*)

Berita Terkait

Mentan Amran Tantang Anak Muda Garap Sektor Pertanian, Bibit dan Pupuk Gratis!
Strategi Lahan Rawa Jadi Kunci Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Perkuat Ketahanan Pangan, IKWT Bandar Surabaya Solidkan Barisan
Pemerintah Siapkan Benih Jagung Gratis untuk 1 Juta Hektare Lahan
Ikaperta Unila dan Kitani.id Bersinergi Kawal Swasembada Pangan Lampung
Strategi Pompanisasi, Jurus Mentan Amran Amankan 2,2 Juta Hektar Sawah dari El Nino
Cetak Sawah Baru di Lampung, Pemprov Kejar Target 5.000 Hektare
Panen Raya Lampung Maret 2026

Berita Terkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:25 WIB

Penguatan Sistem Irigasi Rawa Jadi Kunci Ketahanan Pangan Nasional

Rabu, 18 Maret 2026 - 22:02 WIB

Mentan Amran Tantang Anak Muda Garap Sektor Pertanian, Bibit dan Pupuk Gratis!

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:44 WIB

Strategi Lahan Rawa Jadi Kunci Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:33 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, IKWT Bandar Surabaya Solidkan Barisan

Senin, 9 Maret 2026 - 19:24 WIB

Pemerintah Siapkan Benih Jagung Gratis untuk 1 Juta Hektare Lahan

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB