Inti Berita:
• Aksi: Penanaman 1.000 bibit pohon sebagai simbol syukur pengangkatan P3K Paruh Waktu.
• Lokasi: Taman Kehati (Jati Agung) dan Embung Kemiling (Bandar Lampung).
• Komoditas: Pohon produktif seperti jengkol, kemiri, dan cempaka.
• Visi: Mendukung konsep Green City dan kemandirian pembangunan di kawasan Kota Baru.
(Lingkartani.com): Menutup tahun 2025, Pemerintah Provinsi Lampung melakukan aksi nyata yang menyentuh sisi kemanusiaan dan lingkungan. Sebanyak 1.000 bibit pohon ditanam di dua kawasan strategis pada Rabu (31/12/2025). Aksi ini bukan sekadar penghijauan, melainkan simbol rasa syukur para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu yang baru saja menerima SK pengangkatan.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memimpin langsung penanaman simbolis di Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati), Jati Agung. Bagi Gubernur, pengangkatan para pegawai ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi mereka yang telah bekerja belasan tahun untuk Bumi Lampung.
“Penanaman pohon hari ini adalah simbol syukur. Saya berharap setiap pohon yang Bapak Ibu tanam menjadi saksi pengabdian dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ujar Gubernur Mirza di hadapan para pegawai yang datang dari berbagai penjuru Lampung.
Investasi Masa Depan melalui Pohon Jengkol dan Kemiri
Bibit yang ditanam terdiri dari sumbangan para pegawai dan bantuan dari Inisiator Taman Kehati, Ir. Ansori Djausal, M.T. Jenis pohon yang dipilih pun memiliki nilai manfaat jangka panjang, seperti jengkol, kemiri, dan cempaka. Penanaman ini menjadi investasi ekologis sekaligus ekonomi bagi kawasan tersebut.
Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan, menekankan bahwa aksi ini adalah bagian dari visi besar membangun pondasi Kota Baru dengan konsep Green City. Meskipun di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah menggunakan langkah kreatif untuk membangun kawasan tanpa membebani APBD secara berlebihan.
“Pohon jengkol, cempaka, dan kemiri yang kita tanam hari ini adalah nawaitu kita untuk berguna bagi sesama. Lima hingga sepuluh tahun lagi, Bapak Ibu bisa bercerita kepada anak cucu tentang pohon ini,” kata Marindo. Ia membayangkan masa depan Kota Baru yang asri dan mulai tumbuh denyut ekonominya.
Menjaga Resapan Air dan Konservasi Flora Langka
Selain di Jati Agung, aksi serupa juga dilakukan di kawasan Embung Kemiling, Bandar Lampung, yang dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum, Sulpakar. Penanaman di wilayah ini sangat krusial untuk menjaga area resapan air kota agar tetap lestari di tengah pesatnya pembangunan beton di wilayah perkotaan.
Pengelola Taman Kehati, Ir. Ansori Djausal, M.T., menambahkan bahwa lokasi penanaman seluas 25 hektar di Jati Agung sangat strategis sebagai benteng keanekaragaman hayati Lampung. Kehadiran pohon-pohon baru ini akan memperkuat fungsi kawasan sebagai paru-paru hijau yang melindungi flora langka agar tidak punah.
Melalui gerakan ini, Pemerintah Provinsi Lampung ingin mengingatkan bahwa membangun daerah tidak selalu harus identik dengan gedung-gedung besar. Pohon yang ditanam hari ini adalah wujud nyata dari pembangunan berkelanjutan. Langkah kecil ini diharapkan menjadi warisan berharga bagi generasi masa depan Lampung yang lebih hijau dan sejahtera.(*)








