Barantin Jaga Ketat Pintu Masuk Komoditas Pertanian Selama Mudik Lebaran

Senin, 16 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Operasi Patuh Karantina 2026. (Foto: ist)

Operasi Patuh Karantina 2026. (Foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Meningkatnya risiko penyebaran hama penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan akibat tingginya mobilitas pangan selama arus mudik dan balik.

Solusi: Pelaksanaan Operasi Patuh Karantina untuk memastikan keamanan serta mutu pangan yang dibawa masyarakat.

Data: Sebanyak 3.930 personel diterjunkan di 161 titik pemeriksaan di seluruh Indonesia mulai 13 hingga 27 Maret 2026.

(Kitani.id): Menjelang puncak arus mudik dan balik Lebaran 2026, Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengambil langkah tegas untuk melindungi sumber daya alam hayati kita.

Baca Juga  Sikat Habis Permainan Harga, Mentan Amran Ancam Segel Perusahaan 'Middleman' Nakal

Mulai pertengahan Maret ini, pengawasan di berbagai pintu masuk wilayah Indonesia diperketat lewat Operasi Patuh Karantina. Langkah ini diambil agar masyarakat terhindar dari ancaman hama serta penyakit yang mungkin terbawa dalam komoditas pangan yang lalu lalang di masa liburan.

Kepala Barantin, Sahat Manaor Panggabean, menjelaskan bahwa pengawasan dan penindakan bakal menyasar komoditas yang tidak memenuhi syarat sesuai aturan perundang-undangan. Fokus utamanya adalah bahan pangan seperti daging, telur, beras, hingga buah-buahan yang dibawa melintasi pelabuhan, bandara, maupun pos lintas batas darat.

Baca Juga  Haryanto Farm Lampung Selatan Audit NKV, Jamin Telur Aman dan Halal

“Kami akan melakukan pengawasan dan penindakan terhadap komoditas pangan yang tidak memenuhi syarat karantina sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019,” kata Sahat dalam keterangannya, Senin (16 Maret 2026).

Ribuan Anggota Dilibatkan

Pemerintah juga mengingatkan bahwa membawa komoditas tanpa melapor bisa berujung pada sanksi pidana dan denda. Oleh sebab itu, warga yang membawa bibit tanaman atau produk hewan diharapkan segera melapor ke petugas di lapangan.

“Kami menghimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam pelindungan sumber daya alam hayati dengan melaporkan komoditas bawaannya kepada petugas karantina,” ujar Sahat menambahkan.

Baca Juga  Petani Singkong dan Jagung Lampung Bakal Jadi Pemasok Bahan Baku Bioetanol

Guna memastikan operasi ini berjalan maksimal, ribuan petugas telah disiagakan di berbagai titik strategis. Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Barantin, Hudiansyah Is Nursal, menyebutkan bahwa ribuan personel tersebut sudah tersebar di ratusan titik pemeriksaan dari Sabang sampai Merauke.

“Kami menerjunkan sebanyak 3.930 personel yang tersebar di 161 titik pemeriksaan tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan di seluruh Indonesia,” ungkap Hudiansyah.(*)

Berita Terkait

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus
Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung
Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa
Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026
Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026
Gubernur Mirza Apresiasi Restorasi Ekosistem Way Kambas
Hilirisasi Komoditas Jadi Kunci Ekonomi Lampung Tembus 8 Persen
Stok Pangan Aman Jelang Lebaran, Harga Terkendali

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:13 WIB

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:02 WIB

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:52 WIB

Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:37 WIB

Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:09 WIB

Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB