MBG di Mata Purbaya, Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (foto: ist)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (foto: ist)

(Kitani.id): Angka pengangguran masih menjadi beban berat bagi struktur ekonomi kita saat ini. Pemerintah butuh terobosan besar yang mampu menyentuh sektor riil secara langsung agar roda ekonomi tidak hanya berputar di level atas.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melihat secercah harapan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Proyeksinya tidak main-main, program ini diperkirakan mampu menyerap hingga 1 juta tenaga kerja jika merujuk pada rasio pertumbuhan ekonomi nasional.

Memahami dampak ekonomi makan bergizi gratis menjadi sangat penting karena program ini bekerja seperti mesin pendorong ganda. Selain memperbaiki nutrisi, MBG menciptakan jutaan piring pesanan yang otomatis menghidupkan dapur-dapur lokal dan membuka lapangan kerja luas di desa-desa.

Baca Juga  Hilirisasi Pertanian Lampung Utara Jadi Kunci Ekonomi di Musrenbang 2027

Pergeseran Tenaga Kerja ke Sektor Riil

Dalam diskusi di Kementerian Keuangan, Selasa (7 April 2026), Purbaya menjelaskan hitungan teknisnya. Jika biasanya setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi menyerap 450 ribu pekerja, maka hadirnya MBG bisa menyumbang pertumbuhan yang cukup signifikan.

“Kalau satu juta tenaga kerja, itu artinya setara dua persen lebih sedikit pertumbuhan dari MBG saja,” ungkap Purbaya. Namun, ia memberi catatan bahwa angka ini adalah hitungan kotor karena akan ada pergeseran tenaga kerja dari sektor lain ke ekosistem baru ini.

Baca Juga  Bulog Siapkan 100 Ribu Ton Minyakita Demi Stabilkan Harga di Pasar

Artinya, meski tidak seluruhnya merupakan penciptaan lapangan kerja baru, program ini berhasil memindahkan konsentrasi ekonomi ke sektor yang lebih produktif di masyarakat bawah. Dinamika ini akan tercatat sebagai aktivitas ekonomi baru yang menyegarkan angka PDB kita.

Kontribusi Bersih untuk Pertumbuhan Nasional

Keyakinan pemerintah tetap tinggi bahwa program ini akan memberikan hasil akhir yang positif. Purbaya memperkirakan kontribusi bersih atau net terhadap pertumbuhan ekonomi nasional bisa menyentuh angka di atas 1 persen.

Baca Juga  Revitalisasi Bumi Dipasena Lampung Jadi Kunci Pasok Makan Bergizi Gratis

“Saya pikir satu persen lebih dampaknya akan sangat terlihat jika dijalankan dengan baik. Ini angka bersih, ya,” tegas Purbaya.

Melalui dampak ekonomi makan bergizi gratis, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi tidak lagi hanya soal angka di atas kertas, tapi nyata terasa manfaatnya bagi para pencari kerja.(*)

Berita Terkait

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng
Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional
Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah
Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM
Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu
Kepala BGN Pastikan Motor Operasional MBG untuk Kepala SPPG
Petani Lampung Selatan Mulai Go Digital, Urus Sawah Kini Cukup Lewat HP
Pupuk Indonesia Jamin Stok Nasional Aman, Petani Lampung Makin Mudah Dapat Pupuk Murah

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 19:18 WIB

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng

Jumat, 10 April 2026 - 23:32 WIB

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 - 19:45 WIB

Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah

Jumat, 10 April 2026 - 10:32 WIB

Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM

Kamis, 9 April 2026 - 20:30 WIB

Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB