Target 126 Kelurahan di Bandar Lampung Punya Koperasi Merah Putih, Manfaatkan Aset Pemprov

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan.

Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan.

Inti Berita:

Masalah: Perlunya percepatan pembangunan gerai koperasi di tingkat kelurahan untuk mendongkrak ekonomi warga.

Solusi: Optimalisasi aset lahan dan gedung milik Pemerintah Provinsi Lampung yang strategis untuk operasional koperasi.

Data: Target 126 kelurahan di Bandar Lampung; lahan yang dibutuhkan berkisar 600–1.000 meter persegi.

(Kitani.id): Pemerintah Provinsi Lampung sedang tancap gas mempercepat pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP). Targetnya tidak main-main, sebanyak 126 kelurahan di Kota Bandar Lampung wajib memiliki gerai koperasi ini untuk menggerakkan ekonomi akar rumput.

Baca Juga  Gubernur Mirza Siapkan POC dan Mesin Pengering untuk Dongkrak Produktivitas Petani Tubaba

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menjelaskan bahwa langkah awal dimulai dengan memetakan aset pemerintah yang bisa disulap menjadi gerai. Dari hasil koordinasi terbaru di Bandar Lampung pada Senin (19 Januari 2026) sudah terdata lebih dari 10 titik lokasi yang siap dimanfaatkan.

“Harapannya, melalui percepatan ini, 126 kelurahan di Bandar Lampung punya Koperasi Merah Putih sendiri,” ujar Marindo.

Manfaatkan Sarana Sekolah hingga PKOR Way Halim

Pemerintah fokus memilih lokasi yang strategis agar mudah dijangkau oleh warga. Kriteria utamanya adalah lahan seluas 600 hingga 1.000 meter persegi yang berada di dekat jalan utama atau area layanan publik.

Baca Juga  Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor

Menariknya, gedung perkantoran pemerintah yang memiliki halaman sisa di samping atau belakang akan dialihfungsikan.

Tak hanya itu, fasilitas umum seperti Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim juga masuk dalam daftar lokasi potensial.

Aset pendidikan pun ikut dilibatkan. Sekolah menengah seperti SMAN dan SMKN milik Pemprov Lampung akan dipetakan untuk operasional koperasi, dengan catatan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga  Memperkuat Peluang Transaksi Pelaku UMKM, Strategi Kemenekraf Sambut Lebaran 2026

Langkah mengoptimalkan aset yang “menganggur” ini, dipandang sebagai cara tercepat agar koperasi bisa segera beroperasi tanpa harus terkendala pembebasan lahan baru. Semua sumber daya aset milik daerah akan difokuskan penuh untuk mendukung program ini.

Marindo meyakini, jika 126 kelurahan sudah memiliki Koperasi Merah Putih yang berjalan aktif, maka kesejahteraan masyarakat di Bandar Lampung akan ikut terangkat. Koperasi ini diharapkan menjadi motor penggerak usaha warga di tingkat kelurahan.(*)

Berita Terkait

Koperasi Desa Merah Putih, Solusi Akses Kesehatan di Pelosok
Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui Koperasi, Kolaborasi Kemenkop dan MUI
UU Sistem Perkoperasian Nasional Segera Sah, Koperasi Bukan Lagi Usaha “Kuno”
Menkeu Siapkan Bank Khusus Salurkan KUR untuk “Manjakan” UMKM
Pemerintah Ambil Alih Cicilan Koperasi Desa, Apdesi Soroti Aturan yang Berubah
Perkuat Komunikasi Publik, Wamenkop Pastikan Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Ekonomi Desa
Ribuan Kopdeskel Merah Putih Terima Bantuan Mobil Operasional
Gerai KDKMP Membuka Peluang Besar Memajukan Produk Lokal dan UMKM

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 08:30 WIB

Koperasi Desa Merah Putih, Solusi Akses Kesehatan di Pelosok

Rabu, 8 April 2026 - 23:56 WIB

Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui Koperasi, Kolaborasi Kemenkop dan MUI

Rabu, 8 April 2026 - 23:39 WIB

UU Sistem Perkoperasian Nasional Segera Sah, Koperasi Bukan Lagi Usaha “Kuno”

Selasa, 7 April 2026 - 19:05 WIB

Menkeu Siapkan Bank Khusus Salurkan KUR untuk “Manjakan” UMKM

Selasa, 7 April 2026 - 17:47 WIB

Pemerintah Ambil Alih Cicilan Koperasi Desa, Apdesi Soroti Aturan yang Berubah

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB