Inti Berita:
• Masalah: Perlunya percepatan pembangunan gerai koperasi di tingkat kelurahan untuk mendongkrak ekonomi warga.
• Solusi: Optimalisasi aset lahan dan gedung milik Pemerintah Provinsi Lampung yang strategis untuk operasional koperasi.
• Data: Target 126 kelurahan di Bandar Lampung; lahan yang dibutuhkan berkisar 600–1.000 meter persegi.
(Kitani.id): Pemerintah Provinsi Lampung sedang tancap gas mempercepat pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP). Targetnya tidak main-main, sebanyak 126 kelurahan di Kota Bandar Lampung wajib memiliki gerai koperasi ini untuk menggerakkan ekonomi akar rumput.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menjelaskan bahwa langkah awal dimulai dengan memetakan aset pemerintah yang bisa disulap menjadi gerai. Dari hasil koordinasi terbaru di Bandar Lampung pada Senin (19 Januari 2026) sudah terdata lebih dari 10 titik lokasi yang siap dimanfaatkan.
“Harapannya, melalui percepatan ini, 126 kelurahan di Bandar Lampung punya Koperasi Merah Putih sendiri,” ujar Marindo.
Manfaatkan Sarana Sekolah hingga PKOR Way Halim
Pemerintah fokus memilih lokasi yang strategis agar mudah dijangkau oleh warga. Kriteria utamanya adalah lahan seluas 600 hingga 1.000 meter persegi yang berada di dekat jalan utama atau area layanan publik.
Menariknya, gedung perkantoran pemerintah yang memiliki halaman sisa di samping atau belakang akan dialihfungsikan.
Tak hanya itu, fasilitas umum seperti Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim juga masuk dalam daftar lokasi potensial.
Aset pendidikan pun ikut dilibatkan. Sekolah menengah seperti SMAN dan SMKN milik Pemprov Lampung akan dipetakan untuk operasional koperasi, dengan catatan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Langkah mengoptimalkan aset yang “menganggur” ini, dipandang sebagai cara tercepat agar koperasi bisa segera beroperasi tanpa harus terkendala pembebasan lahan baru. Semua sumber daya aset milik daerah akan difokuskan penuh untuk mendukung program ini.
Marindo meyakini, jika 126 kelurahan sudah memiliki Koperasi Merah Putih yang berjalan aktif, maka kesejahteraan masyarakat di Bandar Lampung akan ikut terangkat. Koperasi ini diharapkan menjadi motor penggerak usaha warga di tingkat kelurahan.(*)








