Koperasi Desa Merah Putih, Solusi Akses Kesehatan di Pelosok

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenkop dan BPJS Kesehatan berkolaborasi menghadirkan apotek dan klinik di dalam ekosistem koperasi desa. (Ilustrasi: Kitani.id)

Kemenkop dan BPJS Kesehatan berkolaborasi menghadirkan apotek dan klinik di dalam ekosistem koperasi desa. (Ilustrasi: Kitani.id)

(Kitani.id): Jarak yang jauh dan biaya transportasi yang mahal seringkali membuat warga desa menunda pengobatan hingga kondisi kesehatan memburuk. Selama ini, layanan kesehatan berkualitas seolah menjadi barang mewah yang hanya mudah diakses oleh masyarakat di wilayah perkotaan.

Pemerintah menangkap kegelisahan ini dengan mengejar target operasional 30.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada Agustus 2026 mendatang.

Jika setiap koperasi memiliki seribu anggota, setidaknya ada 30 juta jiwa di pelosok tanah air yang butuh kepastian akses medis tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kota.

Baca Juga  Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Capai 30 Ribu Unit, Rp45 Triliun Mengalir ke Desa

Kehadiran apotek dan klinik di dalam ekosistem Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini menjadi terobosan krusial agar warga desa tidak jatuh miskin akibat beban biaya pengobatan.

Melalui kolaborasi bersama BPJS Kesehatan, koperasi kini bertransformasi menjadi benteng pertama yang menjaga kesehatan sekaligus ekonomi keluarga di pedesaan.

Membawa Layanan JKN Hingga ke Pintu Rumah

Langkah besar ini diperkuat melalui nota kesepahaman antara Kemenkop dan BPJS Kesehatan. Fokus utamanya adalah memastikan kualitas layanan kesehatan yang merata, sehingga kepesertaan JKN yang sudah mencapai 98 persen benar-benar dirasakan manfaatnya di tingkat akar rumput.

Baca Juga  Aduan Koperasi Desa Makin Mudah, Kemenkop Luncurkan Call Center Terpadu

“Kami ingin memastikan masyarakat desa bisa mendapatkan akses obat-obatan dan layanan kesehatan melalui apotek Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih,” tegas Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi, Rabu (8 April 2026).

Potensi pengembangan program ini sangat luas mengingat Indonesia memiliki lebih dari 83.000 desa dan kelurahan. Jika seluruh wilayah ini terintegrasi, maka lebih dari 80 juta orang akan mendapatkan hak layanan kesehatan yang lebih dekat dan terjangkau.

Koperasi Sebagai Penyedia Akses Medis

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menambahkan bahwa kerja sama ini akan masuk ke dalam ekosistem besar, termasuk mendukung program makan bergizi gratis di daerah. Koperasi tidak lagi hanya sekadar tempat meminjam uang atau belanja kebutuhan pokok.

Baca Juga  UU Sistem Perkoperasian Nasional Segera Sah, Koperasi Bukan Lagi Usaha "Kuno"

Koperasi masa depan harus mampu menjadi penyedia akses medis melalui kehadiran gerai klinik dan apotek mandiri. Dengan sinergi ini, ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak kesejahteraan yang utuh, mulai dari kedaulatan pangan hingga jaminan kesehatan warga desa.(*)

Berita Terkait

Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui Koperasi, Kolaborasi Kemenkop dan MUI
UU Sistem Perkoperasian Nasional Segera Sah, Koperasi Bukan Lagi Usaha “Kuno”
Menkeu Siapkan Bank Khusus Salurkan KUR untuk “Manjakan” UMKM
Pemerintah Ambil Alih Cicilan Koperasi Desa, Apdesi Soroti Aturan yang Berubah
Perkuat Komunikasi Publik, Wamenkop Pastikan Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Ekonomi Desa
Ribuan Kopdeskel Merah Putih Terima Bantuan Mobil Operasional
Gerai KDKMP Membuka Peluang Besar Memajukan Produk Lokal dan UMKM
Memborong Puluhan Lapak UMKM, Konsep Lebaran Sederhana Bupati Lampung Selatan

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 08:30 WIB

Koperasi Desa Merah Putih, Solusi Akses Kesehatan di Pelosok

Rabu, 8 April 2026 - 23:56 WIB

Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui Koperasi, Kolaborasi Kemenkop dan MUI

Rabu, 8 April 2026 - 23:39 WIB

UU Sistem Perkoperasian Nasional Segera Sah, Koperasi Bukan Lagi Usaha “Kuno”

Selasa, 7 April 2026 - 19:05 WIB

Menkeu Siapkan Bank Khusus Salurkan KUR untuk “Manjakan” UMKM

Selasa, 7 April 2026 - 17:47 WIB

Pemerintah Ambil Alih Cicilan Koperasi Desa, Apdesi Soroti Aturan yang Berubah

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB