(Kitani.id): Jarak yang jauh dan biaya transportasi yang mahal seringkali membuat warga desa menunda pengobatan hingga kondisi kesehatan memburuk. Selama ini, layanan kesehatan berkualitas seolah menjadi barang mewah yang hanya mudah diakses oleh masyarakat di wilayah perkotaan.
Pemerintah menangkap kegelisahan ini dengan mengejar target operasional 30.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada Agustus 2026 mendatang.
Jika setiap koperasi memiliki seribu anggota, setidaknya ada 30 juta jiwa di pelosok tanah air yang butuh kepastian akses medis tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kota.
Kehadiran apotek dan klinik di dalam ekosistem Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini menjadi terobosan krusial agar warga desa tidak jatuh miskin akibat beban biaya pengobatan.
Melalui kolaborasi bersama BPJS Kesehatan, koperasi kini bertransformasi menjadi benteng pertama yang menjaga kesehatan sekaligus ekonomi keluarga di pedesaan.
Membawa Layanan JKN Hingga ke Pintu Rumah
Langkah besar ini diperkuat melalui nota kesepahaman antara Kemenkop dan BPJS Kesehatan. Fokus utamanya adalah memastikan kualitas layanan kesehatan yang merata, sehingga kepesertaan JKN yang sudah mencapai 98 persen benar-benar dirasakan manfaatnya di tingkat akar rumput.
“Kami ingin memastikan masyarakat desa bisa mendapatkan akses obat-obatan dan layanan kesehatan melalui apotek Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih,” tegas Sekretaris Kementerian Koperasi, Ahmad Zabadi, Rabu (8 April 2026).
Potensi pengembangan program ini sangat luas mengingat Indonesia memiliki lebih dari 83.000 desa dan kelurahan. Jika seluruh wilayah ini terintegrasi, maka lebih dari 80 juta orang akan mendapatkan hak layanan kesehatan yang lebih dekat dan terjangkau.
Koperasi Sebagai Penyedia Akses Medis
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menambahkan bahwa kerja sama ini akan masuk ke dalam ekosistem besar, termasuk mendukung program makan bergizi gratis di daerah. Koperasi tidak lagi hanya sekadar tempat meminjam uang atau belanja kebutuhan pokok.
Koperasi masa depan harus mampu menjadi penyedia akses medis melalui kehadiran gerai klinik dan apotek mandiri. Dengan sinergi ini, ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak kesejahteraan yang utuh, mulai dari kedaulatan pangan hingga jaminan kesehatan warga desa.(*)








