Inti Berita:
• Masalah: Optimalisasi lahan tidur untuk mendukung kemandirian pangan nasional di sektor militer.
• Solusi: Pemanfaatan hibah lahan 59 hektar untuk sektor agrobisnis, peternakan, dan perikanan.
• Data: Pengelolaan 40 hektar jagung, 10 hektar tebu, 45.000 ekor lele, dan 6.000 ayam petelur.
(Kitani.id): Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin. Mereka melakukan kunjungan kerja ke Markas Yonif TP 848/Satya Pandya Cakti. Agenda ini berlangsung di Kecamatan Anak Tuha, Lampung Tengah, Kamis (26 Februari 2026).
Kunjungan ini bertujuan meninjau fasilitas mako dan program ketahanan pangan mandiri. Gubernur Mirza tampak antusias melihat sinergi antara TNI dan pemerintah daerah. Mengingat, sektor pangan menjadi prioritas utama bagi kesejahteraan masyarakat di Provinsi Lampung.
Sinergi Hibah Lahan Pemerintah Provinsi Lampung
Rombongan meninjau langsung pemanfaatan lahan strategis seluas total 59 hektar. Lahan tersebut merupakan hasil sinergi hibah dari berbagai pihak terkait.
Pemerintah Provinsi Lampung memberikan hibah lahan seluas 45 hektar kepada satuan. Sementara itu, Pemkab Lampung Tengah turut berkontribusi seluas 14 hektar.
“Sinergi ini membuktikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kedaulatan pangan nasional,” ujar Mirza di sela peninjauan.
Saat ini, Yonif TP 848/SPC diperkuat oleh total 603 personel terlatih. Namun, prajurit tersebut tidak hanya fokus pada kemampuan tempur militer saja. Mereka juga aktif mengelola berbagai sektor agrobisnis di lingkungan markas.
Capaian Agrobisnis dan Peternakan Yonif TP 848
Satuan ini menunjukkan keseriusan luar biasa dalam mendukung program swasembada pangan. Mereka mengelola lahan produktif jagung seluas 40 hektar untuk pakan ternak.
Selain itu, terdapat juga lahan tebu seluas 10 hektar yang tumbuh subur. Hal ini menjadi contoh nyata kemandirian pangan di wilayah Lampung.
Pada sektor perikanan, mereka sukses melakukan budidaya 45.000 ekor ikan lele. Kemudian, sektor peternakan memiliki kapasitas hingga 6.000 ekor ayam petelur aktif. Mereka juga mulai melakukan pengembangan ternak kambing khusus untuk kebutuhan kurban.
Hadir pula Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita dalam agenda tersebut. Selain itu, tampak Kasdam XXI/Radin Inten Brigjen TNI Andrian Susanto di lokasi. Turut mendampingi Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Haryantana dan Plt. Bupati I Komang Koheri.(*)








