Tim Saber Pangan Awasi Pasar Lampung Jelang Lebaran dan Temukan Kemasan Rusak

Minggu, 22 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Pangan Nasional Didampingi Kadis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, ini memeriksa registrasi izin edar pangan segar maupun olahan siap saji. (Foto: ist)

Badan Pangan Nasional Didampingi Kadis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, ini memeriksa registrasi izin edar pangan segar maupun olahan siap saji. (Foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Penemuan produk pangan dengan kemasan penyok dan lonjakan harga cabai rawit merah hingga Rp70.000 per kilogram.

Solusi: Penarikan produk tidak layak melalui mekanisme retur serta rencana fasilitasi distribusi dari daerah surplus.

Data: Harga cabai rawit merah di atas harga acuan, sementara harga daging sapi dan ayam tetap stabil di bawah harga acuan.

(Kitani.id): Badan Pangan Nasional melakukan pengawasan ketat terhadap produk pangan di Lampung. Langkah ini bertujuan menjaga keamanan mutu pangan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Pengawasan intensif menyisir mulai dari tingkat produsen hingga supermarket di Bandar Lampung. Tim memastikan kestabilan harga agar masyarakat Lampung bisa berlebaran dengan tenang.

Baca Juga  Cegah Penyakit Zoonosis, Lampung Perkuat Kerja Sama Lintas Sektor

Selanjutnya, Direktur Pembinaan Kerawanan Pangan, Sri Nuryanti, memimpin langsung tim pusat tersebut. Kegiatan pengawasan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (22/2). Dalam pelaksanaannya, Tim Saber Pangan ini diketuai oleh Dirkrimsus Polda Lampung.

Tim yang turut didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, ini memeriksa registrasi izin edar pangan segar maupun olahan siap saji secara menyeluruh.

Temuan Kemasan Penyok dan Larangan Jual Ayam Mekar

Namun, tim menemukan sejumlah produk dengan mutu kemasan yang tidak layak. Beberapa kaleng produk pangan ditemukan dalam kondisi penyok di rak penjualan.

Baca Juga  Revitalisasi Bumi Dipasena Lampung Jadi Kunci Pasok Makan Bergizi Gratis

Oleh karena itu, petugas langsung meminta pengelola untuk melakukan retur barang. Produk tersebut dilarang keras dijual kepada konsumen karena sangat berisiko bagi kesehatan.

“Ini salah satu langkah kami untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan dengan kualitas terjamin, aman, dan harganya sesuai ketentuan,” kata Sri Nuryanti pada Minggu (22 Februari 2026).

Selain itu, tim memberikan perhatian khusus pada penjualan daging ayam segar. Dinas terkait diminta menyosialisasikan larangan menjual ayam mekar beserta jeroan utuh yang memicu bakteri.

Upaya Stabilisasi Harga Cabai Rawit yang Melambung

Sementara itu, harga cabai rawit merah di Lampung terpantau sedang melonjak. Saat ini, harganya mencapai Rp70.000 per kilogram karena pasokan dari Jawa terbatas.

Baca Juga  Hamartoni Bidik Swasembada Gula, Lampung Utara Siap Jadi Basis Industri Tebu

Angka ini sudah melewati batas harga acuan penjualan yang ditetapkan pemerintah pusat. Meskipun demikian, harga daging sapi dan ayam di Lampung masih terpantau aman.

Kemudian, Badan Pangan Nasional menyiapkan solusi untuk mengatasi kekurangan stok cabai. Pemerintah akan memfasilitasi distribusi pangan dari daerah sentra produksi yang sedang surplus. Skema ini melibatkan pembina dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian secara aktif.

“Kami memiliki champion-champion binaan yang siap memasok ke daerah yang kekurangan stok,” jelas Sri.(*)

Berita Terkait

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng
Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional
Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah
Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM
Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu
MBG di Mata Purbaya, Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis
Kepala BGN Pastikan Motor Operasional MBG untuk Kepala SPPG
Petani Lampung Selatan Mulai Go Digital, Urus Sawah Kini Cukup Lewat HP

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 19:18 WIB

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng

Jumat, 10 April 2026 - 23:32 WIB

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 - 19:45 WIB

Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah

Jumat, 10 April 2026 - 10:32 WIB

Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM

Kamis, 9 April 2026 - 20:30 WIB

Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB