Inti Berita:
• Masalah: Penemuan produk pangan dengan kemasan penyok dan lonjakan harga cabai rawit merah hingga Rp70.000 per kilogram.
• Solusi: Penarikan produk tidak layak melalui mekanisme retur serta rencana fasilitasi distribusi dari daerah surplus.
• Data: Harga cabai rawit merah di atas harga acuan, sementara harga daging sapi dan ayam tetap stabil di bawah harga acuan.
(Kitani.id): Badan Pangan Nasional melakukan pengawasan ketat terhadap produk pangan di Lampung. Langkah ini bertujuan menjaga keamanan mutu pangan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pengawasan intensif menyisir mulai dari tingkat produsen hingga supermarket di Bandar Lampung. Tim memastikan kestabilan harga agar masyarakat Lampung bisa berlebaran dengan tenang.
Selanjutnya, Direktur Pembinaan Kerawanan Pangan, Sri Nuryanti, memimpin langsung tim pusat tersebut. Kegiatan pengawasan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (22/2). Dalam pelaksanaannya, Tim Saber Pangan ini diketuai oleh Dirkrimsus Polda Lampung.
Tim yang turut didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, ini memeriksa registrasi izin edar pangan segar maupun olahan siap saji secara menyeluruh.
Temuan Kemasan Penyok dan Larangan Jual Ayam Mekar
Namun, tim menemukan sejumlah produk dengan mutu kemasan yang tidak layak. Beberapa kaleng produk pangan ditemukan dalam kondisi penyok di rak penjualan.
Oleh karena itu, petugas langsung meminta pengelola untuk melakukan retur barang. Produk tersebut dilarang keras dijual kepada konsumen karena sangat berisiko bagi kesehatan.
“Ini salah satu langkah kami untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan dengan kualitas terjamin, aman, dan harganya sesuai ketentuan,” kata Sri Nuryanti pada Minggu (22 Februari 2026).
Selain itu, tim memberikan perhatian khusus pada penjualan daging ayam segar. Dinas terkait diminta menyosialisasikan larangan menjual ayam mekar beserta jeroan utuh yang memicu bakteri.
Upaya Stabilisasi Harga Cabai Rawit yang Melambung
Sementara itu, harga cabai rawit merah di Lampung terpantau sedang melonjak. Saat ini, harganya mencapai Rp70.000 per kilogram karena pasokan dari Jawa terbatas.
Angka ini sudah melewati batas harga acuan penjualan yang ditetapkan pemerintah pusat. Meskipun demikian, harga daging sapi dan ayam di Lampung masih terpantau aman.
Kemudian, Badan Pangan Nasional menyiapkan solusi untuk mengatasi kekurangan stok cabai. Pemerintah akan memfasilitasi distribusi pangan dari daerah sentra produksi yang sedang surplus. Skema ini melibatkan pembina dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian secara aktif.
“Kami memiliki champion-champion binaan yang siap memasok ke daerah yang kekurangan stok,” jelas Sri.(*)








