Inti Berita:
• Masalah: Selama ini kakao Indonesia sering dianggap komoditas mentah berharga rendah.
• Solusi: Penggunaan varietas unggul BL50 dan pengolahan bean-to-bar menjadi cokelat artisan berkualitas.
• Data: Produk L’ILE Chocolate dari kakao BL50 berhasil meraih Silver Award 2025 pada ajang internasional.
(Kitani.id): Kabar membanggakan datang dari panggung cokelat dunia untuk petani kakao kita. Melalui brand L’ILE Chocolate, kakao varietas BL50 sukses menyabet gelar Silver Award 2025.
Penghargaan bergengsi ini diraih dalam kategori Bean-to-Bar Plain Dark Chocolate Bar. Tentu saja, prestasi ini membuktikan bahwa kualitas kakao lokal mampu bersaing ketat.
Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi industri perkebunan kakao nasional kita. Pasalnya, varietas BL50 merupakan hasil riset Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Industri.
Sekarang, dunia mengakui bahwa cokelat buatan Indonesia memiliki cita rasa premium. “Capaian ini menegaskan kualitas kakao Indonesia mampu bersaing di pasar global,” ujar salah satu perwakilan tim peneliti.
Keunggulan Cita Rasa Varietas BL50 yang Memikat Dunia
Proses penilaian dalam kompetisi ini dilakukan dengan sangat ketat dan teliti. Dewan juri internasional yang terdiri dari pakar cokelat menguji setiap detail produk.
Mereka memeriksa mulai dari keseimbangan rasa, tekstur, hingga aroma cokelat batang tersebut. Alhasil, kakao BL50 dinilai memiliki karakteristik unggul sebagai bahan baku cokelat premium.
Varietas ini memang dikenal memiliki profil rasa yang sangat kuat dan konsisten. Selain itu, potensi fermentasi bijinya sangat optimal untuk menghasilkan aroma yang kompleks.
Keunggulan inilah yang membuat BL50 unggul dibandingkan kakao dari negara produsen lainnya. Maka dari itu, petani kini punya peluang besar di pasar cokelat specialty.
Dorong Hilirisasi dan Kesejahteraan Petani Kakao Lampung
Kemenangan ini membawa pesan penting tentang pentingnya pengolahan produk di dalam negeri. Kita tidak boleh lagi hanya bergantung pada ekspor biji kakao mentah saja. Model produksi bean-to-bar terbukti mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang sangat tinggi.
“Kita harus memperkuat hilirisasi agar nilai tambah tidak berhenti di biji,” terang Pemilik L’ILE Chocolate (merupakan bagian dari PT. Sumatra Coklat, produsen cokelat lokal) Priscilla Raisa Partana, Senin (23 Februari 2026).
Harapannya, prestasi internasional ini berdampak langsung pada kesejahteraan petani di daerah. Permintaan terhadap kakao berkualitas premium dipastikan akan terus meningkat ke depannya.
Oleh karena itu, mari terus terapkan praktik budidaya yang baik dan benar. Inovasi varietas BL50 adalah kunci untuk menempatkan Indonesia sebagai produsen cokelat terbaik dunia.(*)








