Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia

Selasa, 31 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah membuka peluang investasi karbon bagi pihak swasta dan kerja sama strategis dengan Jepang melalui aforestasi serta reforestasi.(Foto: Antara)

Pemerintah membuka peluang investasi karbon bagi pihak swasta dan kerja sama strategis dengan Jepang melalui aforestasi serta reforestasi.(Foto: Antara)

(Kitani.id): Pemerintah Indonesia secara resmi menawarkan peluang besar bagi sektor swasta internasional untuk terlibat dalam pemulihan ekosistem. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa investasi karbon di kawasan taman nasional kini semakin terbuka lebar.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius pemerintah dalam mengendalikan emisi gas rumah kaca. Kesempatan tersebut diperkuat dengan payung hukum yang sangat jelas dan kredibel.

Dasar utamanya adalah Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 mengenai Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon. Aturan ini memungkinkan pelaksanaan pasar karbon sukarela dilakukan secara lebih terstruktur di tanah air.

Baca Juga  Penataan Embung Teknik Unila, Rektor Tebar 200 Kilogram Benih Ikan

Penguatan Kerja Sama Indonesia-Jepang

Peluang investasi ini disampaikan langsung oleh Raja Antoni saat bertemu Menteri Lingkungan Hidup Jepang, Ishihara Hirotaka. Dalam pertemuan bilateral di Tokyo tersebut, kedua negara sepakat memperkuat kolaborasi di sektor kehutanan.

Fokus utamanya adalah mendorong solusi inovatif berbasis alam demi menghadapi perubahan iklim global.

“Indonesia dan Jepang menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi di sektor kehutanan,” ujar Raja Antoni, Selasa (31 Maret 2026).

Baca Juga  Tak Hanya Kayu, Indonesia Pamer Strategi Hutan Multi Usaha di Wina Austria

Selain membahas investasi karbon, pertemuan juga membicarakan konservasi satwa liar yang berkelanjutan. Salah satu bentuk nyata kerja sama tersebut adalah program pembiakan komodo dengan Prefektur Shizuoka.

Pengembangan Taman Nasional Kelas Dunia

Pemerintah Indonesia juga mengusulkan konsep sister park untuk meningkatkan standar pengelolaan kawasan konservasi. Rencananya, Fuji-Hakone-Izu National Park akan dipasangkan dengan salah satu taman nasional di Indonesia. Inisiatif ini bertujuan untuk saling bertukar pengetahuan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Baca Juga  Perjuangkan Nasib Petani Kecil, Indonesia Pimpin Reformasi Pertanian di Forum WTO

Jepang menyambut baik kunjungan delegasi Indonesia dan mengajak bergabung dalam Asia Protected Areas Partnership. Jejaring ini fokus pada pengelolaan kawasan lindung yang saat ini sudah melibatkan 17 negara. Raja Antoni menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari misi kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.(*)

Berita Terkait

Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti
Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan
Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor
Solusi Permanen Konflik Gajah TNWK, Pagar Pembatas 138 Kilometer Mulai Dibangun
Wamen LHK Rohmat Marzuki Ajak Rimbawan Perkuat Ekonomi Hijau di Bulan Ramadan
Hari Bakti Rimbawan, Momentum Perkuat Jati Diri Penjaga Hutan
Menjaga Napas Hutan, Etika Islam dalam Memanen Kekayaan Alam
Program Green Hajj, Ubah Sampah Jadi Kompos dan Wakaf Pohon Produktif

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 23:24 WIB

Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti

Sabtu, 4 April 2026 - 23:58 WIB

Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan

Sabtu, 4 April 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:56 WIB

Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:08 WIB

Solusi Permanen Konflik Gajah TNWK, Pagar Pembatas 138 Kilometer Mulai Dibangun

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB