Ekspor Pertanian ke Amerika Kini Nol Persen, Saatnya Petani Lampung Naik Kelas

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, Soroti ekspor komoditas pertanian. (Foto: ist)

Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, Soroti ekspor komoditas pertanian. (Foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Rendahnya keuntungan yang diterima petani dalam rantai pasok global (hanya sekitar 5%) serta ketatnya standar mutu pasar internasional.

Solusi: Diplomasi Presiden Prabowo berhasil membebaskan tarif bea masuk 173 komoditas pertanian ke AS menjadi 0%, yang harus dijawab dengan penguatan sertifikasi organik dan mutu.

Data: Komoditas unggulan Lampung seperti kopi, lada, kakao, singkong, dan nanas masuk dalam daftar bebas tarif tersebut.

(Kitani.id): Diplomasi ekonomi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto berhasil membuka pintu lebar-lebar ke pasar Amerika Serikat (AS) dengan kebijakan tarif nol persen untuk 173 pos tarif komoditas pertanian.

Peluang emas ini mencakup produk-produk andalan Lampung, mulai dari kopi, kakao, lada, hingga olahan singkong dan nanas. Namun, di balik kemudahan tarif ini, ada tantangan besar yang harus dihadapi yakni standar mutu yang sangat ketat.

Baca Juga  Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Kukuhkan Pengurus KTNA Lampung

Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, mengingatkan bahwa pembebasan tarif ini tidak akan berarti banyak jika produk kita tidak mengantongi sertifikasi internasional seperti standar organik USDA atau fairtrade.

“Untuk bisa masuk pasar Amerika Serikat harus sesuai dengan standar mereka. Kalau tidak tersertifikasi ya… tidak bisa ekspor,” ujar Esther, Senin (14 Maret 2026).

Memperbaiki Nasib Petani di Rantai Pasok

Selama ini, petani seringkali menjadi pihak yang paling sedikit menikmati keuntungan dalam perdagangan global. Berdasarkan riset Indef, petani hanya menikmati sekitar 5 persen dari total keuntungan di rantai pasok, jauh di bawah eksportir atau pengolah (roaster).

Baca Juga  Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa

Dengan adanya tuntutan sertifikasi dan standar mutu yang lebih tinggi, posisi tawar petani diharapkan bisa meningkat. Sertifikasi bukan sekadar kertas, melainkan tiket bagi petani untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih tinggi dan perlindungan harga yang lebih baik.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyambut optimis kesepakatan resiprokal ini. Ia menilai produk perkebunan dan hortikultura Indonesia kini memiliki daya saing yang jauh lebih kuat di pasar Amerika.

“Ini adalah peluang besar. Kakao, CPO, karet, dan lain-lain, insya Allah nol tarifnya,” tegas Mentan Amran.

Fokus pada Kebutuhan Domestik dan Mutu

Meski pasar ekspor kini terbuka lebar, Esther menyarankan agar para produsen tetap menjaga keseimbangan dengan kebutuhan di dalam negeri.

Baca Juga  Gandeng Ilmuwan dan Peneliti, Kementan Pastikan Teknologi Pertanian Masuk ke Lahan Petani

Pemenuhan stok domestik harus tetap menjadi prioritas utama sebelum melempar sisa produksi ke pasar global.

Bagi petani di Lampung, kebijakan ini adalah panggilan untuk mulai memperhatikan cara budidaya yang lebih modern dan organik. Komoditas seperti lada, cengkeh, kayu manis, hingga tepung singkong kini punya kesempatan untuk merajai pasar Amerika tanpa terbebani bea masuk yang mahal.

“Singkong dan sagu pun masuk dalam daftar bebas tarif. Jika petani semakin sejahtera dan mutu produk kita semakin maju, maka ekonomi daerah akan semakin kuat,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus
Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung
Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa
Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026
Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026
Gubernur Mirza Apresiasi Restorasi Ekosistem Way Kambas
Hilirisasi Komoditas Jadi Kunci Ekonomi Lampung Tembus 8 Persen
Stok Pangan Aman Jelang Lebaran, Harga Terkendali

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:13 WIB

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:02 WIB

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:52 WIB

Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:37 WIB

Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:09 WIB

Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB