Kabar Baik bagi Petani, Pemerintah Pastikan Ekspor Kelapa Tetap Jalan Jelang Ramadan

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah memastikan belum ada rencana menyetop ekspor kelapa dalam waktu dekat. (Foto: ist)

Pemerintah memastikan belum ada rencana menyetop ekspor kelapa dalam waktu dekat. (Foto: ist)

Inti Berita

Masalah: Usulan penghentian (moratorium) ekspor kelapa bulat karena harga melonjak dan industri kekurangan bahan baku.

Solusi: Pemerintah (Kementan) memilih tetap membuka keran ekspor agar petani menikmati harga tinggi; Kemendag menyiapkan Pungutan Ekspor (PE).

Data: Masa moratorium yang sempat diusulkan adalah 3-6 bulan.

(Kitani.id): Di tengah riuhnya kabar penghentian ekspor, angin segar bertiup bagi para petani kelapa di tanah air, termasuk di perkebunan Lampung. Pemerintah melalui Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, memastikan belum ada rencana menyetop ekspor kelapa dalam waktu dekat. Kabar ini menjadi oase bagi petani yang berharap memanen untung menjelang bulan suci Ramadan.

Baca Juga  Tren Harga Kakao Dunia Meningkat

Sudaryono menilai, tren harga kelapa saat ini sedang berada di titik yang sangat baik bagi petani. Baginya, harga yang menguntungkan ini bukan fenomena baru. Kondisi serupa bahkan sudah dirasakan sejak momen Lebaran tahun lalu.

“Biarkanlah rakyat menikmati hasil panen kelapanya dengan harga yang bagus,” ujar Sudaryono saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026).

Beliau menegaskan bahwa sebagian besar pohon kelapa di Indonesia adalah milik rakyat. Oleh karena itu, kebijakan yang diambil harus berpihak pada kesejahteraan mereka. Hingga saat ini, pintu ekspor masih terbuka lebar untuk mengirim produk lokal ke pasar global.

Baca Juga  Harga TBS Sawit Lampung Periode I Maret Naik Menjadi Rp3.194

Tarik Ulur Moratorium

Sebelumnya, sempat muncul usulan moratorium atau penghentian sementara ekspor kelapa bulat selama enam bulan. Usul ini datang dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Mereka khawatir kelangkaan bahan baku di dalam negeri akan mengganggu jalannya pabrik dan memicu pengurangan tenaga kerja.

Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menyebut moratorium adalah solusi jangka pendek. Hal ini bertujuan untuk menstabilkan pasokan domestik yang mulai menipis. Namun, usulan tersebut nampaknya belum akan dieksekusi dalam waktu dekat.

Baca Juga  Hilirisasi Tiga Komoditas Pertanian Mampu Hasilkan Nilai Setara Tujuh Tahun APBN

Pungutan Ekspor Jadi Opsi

Sebagai jalan tengah, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan langkah lain. Alih-alih melarang total, pemerintah berencana menerapkan Pungutan Ekspor (PE). Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyatakan regulasi ini bertujuan untuk mengatur lalu lintas ekspor kelapa bulat secara lebih tertib.

Mekanisme PE ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri dalam negeri dan hak petani untuk mendapatkan harga terbaik. Dengan kebijakan ini, wajah ceria petani kelapa saat hari raya nanti diharapkan tetap terjaga.(*)

Berita Terkait

Ekspor Sawit Indonesia 2025 Melonjak 6 Juta Ton
Hilirisasi Kelapa, Kelapa Sawit (CPO), dan Gambir Jadi Kunci Ekonomi Nasional
Dukungan Strategis Petani Kopi, Kementan Fokus Benih Unggul dan Sertifikasi Ekspor
Harga TBS Sawit Lampung Periode I Maret Naik Menjadi Rp3.194
Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor
Hilirisasi Perkebunan, Strategi Kementan Dongkrak Nilai Tambah Tujuh Komoditas Unggulan
Abdul Roni Angkat: Pacu Hilirisasi Perkebunan Lewat Penguatan Ekosistem Hulu-Hilir
Tren Harga Kakao Dunia Meningkat

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:15 WIB

Ekspor Sawit Indonesia 2025 Melonjak 6 Juta Ton

Senin, 30 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hilirisasi Kelapa, Kelapa Sawit (CPO), dan Gambir Jadi Kunci Ekonomi Nasional

Sabtu, 28 Maret 2026 - 20:05 WIB

Dukungan Strategis Petani Kopi, Kementan Fokus Benih Unggul dan Sertifikasi Ekspor

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:59 WIB

Harga TBS Sawit Lampung Periode I Maret Naik Menjadi Rp3.194

Senin, 23 Maret 2026 - 20:04 WIB

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB