Gubernur Mirza: Jaga Ekosistem Singkong demi Kesejahteraan Petani Lampung

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Lampung menetapkan regulasi harga melalui Pergub dan mengembangkan Cassava Center sebagai pusat riset bibit unggul. (Foto: ist)

Pemerintah Provinsi Lampung menetapkan regulasi harga melalui Pergub dan mengembangkan Cassava Center sebagai pusat riset bibit unggul. (Foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Perlunya penataan ekosistem ubi kayu agar tercipta keseimbangan antara kepentingan petani singkong dan keberlangsungan industri tapioka.

Solusi: Pemerintah Provinsi Lampung menetapkan regulasi harga melalui Pergub dan mengembangkan Cassava Center sebagai pusat riset bibit unggul.

Data: Sekitar 70 persen industri tapioka nasional berada di Provinsi Lampung, menjadikannya sektor paling strategis di Bumi Ruwa Jurai.

(Kitani.id): Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya memastikan para petani singkong mendapatkan keadilan dalam ekosistem industri tapioka. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa keselarasan antara pemerintah, petani, dan pengusaha adalah kunci utama kemajuan ekonomi daerah.

Baca Juga  Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Pengamat Ingatkan Pentingnya Distribusi Tepat Sasaran

Dalam silaturahmi bersama Pengusaha Industri Tapioka Nasional di Bandarlampung, Rabu (11 Maret 2026), Gubernur yang akrab disapa Kyay Mirza ini memaparkan langkah-langkah penataan yang telah dilakukan selama setahun terakhir. Fokus utamanya adalah mendesain ulang tata kelola singkong agar lebih stabil dan menguntungkan semua pihak.

“Selama satu tahun ini kami bekerja keras menyatukan langkah dalam menjaga, mendesain, dan menstabilkan ekosistem ubi kayu di Provinsi Lampung,” ujar Mirza di hadapan para pelaku industri.

Keseimbangan Harga Melalui Pergub

Lampung bukan sekadar daerah penghasil, namun merupakan jantung industri tapioka tanah air. Dengan 70 persen industri tapioka nasional berpusat di Lampung, Mirza menilai kekayaan ini harus dikelola dengan aturan yang berpihak pada kemakmuran rakyat.

Baca Juga  Dukung Swasembada Pangan, Polres Lampung Timur Tanam Jagung Serentak di Sukadana

Salah satu langkah nyata yang telah diambil adalah penetapan harga singkong melalui Peraturan Gubernur (Pergub). Kebijakan ini dibuat agar petani tidak lagi merasa dirugikan oleh fluktuasi harga yang tidak menentu, sekaligus memberikan kepastian bahan baku bagi dunia usaha.

“Kita harus memastikan keseimbangan antara dunia usaha, petani, dan pemerintah. Jika ketiganya berjalan selaras, barulah sektor ini bisa benar-benar bangkit,” jelas Mirza.

Inovasi Lewat Cassava Center

Tidak hanya urusan harga, Pemprov Lampung juga mendorong peningkatan hasil panen petani melalui pengembangan Cassava Center. Pusat riset ini menggandeng perguruan tinggi dan industri untuk menghadirkan bibit singkong unggul serta metode budidaya modern.

Baca Juga  Genjot Swasembada Jagung, Polri dan Kementan Optimalkan Lahan 1 Juta Hektare

Harapannya, produktivitas lahan petani bisa meningkat secara signifikan. Dengan bibit yang lebih berkualitas, petani bisa menghasilkan lebih banyak singkong meski di lahan yang terbatas, sehingga pendapatan mereka otomatis bertambah.

“Singkong dan tapioka adalah kebanggaan Provinsi Lampung. Jika petani semakin sejahtera dan industri semakin maju, maka ekonomi Lampung juga akan semakin kuat,” pungkas Mirza penuh optimisme.(*)

Berita Terkait

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus
Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung
Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa
Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026
Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026
Gubernur Mirza Apresiasi Restorasi Ekosistem Way Kambas
Hilirisasi Komoditas Jadi Kunci Ekonomi Lampung Tembus 8 Persen
Stok Pangan Aman Jelang Lebaran, Harga Terkendali

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:13 WIB

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:02 WIB

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:52 WIB

Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:37 WIB

Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:09 WIB

Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB