Jadi Pilot Project Nasional, Lampung Terapkan Ekonomi Karbon Perhutanan Sosial

Senin, 26 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Provinsi Lampung menjadi daerah pertama di Indonesia untuk proyek percontohan Ekonomi Karbon Perhutanan Sosial guna sejahterakan petani hutan.(Foto: ist)

Provinsi Lampung menjadi daerah pertama di Indonesia untuk proyek percontohan Ekonomi Karbon Perhutanan Sosial guna sejahterakan petani hutan.(Foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Perlunya keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi hutan dan pelestarian lingkungan (keberlanjutan).

Solusi: Penerapan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) Perhutanan Sosial melalui akses keuangan berkelanjutan.

Data/Biaya: Lampung menjadi provinsi pertama di Indonesia sebagai proyek percontohan nasional dengan dukungan penuh OJK.

(Kitani.id): Provinsi Lampung menorehkan sejarah baru di sektor kehutanan. Bumi Ruwa Jurai resmi ditetapkan sebagai daerah pertama di Indonesia yang menjadi proyek percontohan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) Perhutanan Sosial.

Penetapan ini menjadikan Lampung sebagai kiblat nasional dalam pengembangan ekonomi hijau. Skema ini mengedepankan pengelolaan hutan yang menguntungkan secara materi namun tetap menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan.

Baca Juga  Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk menyukseskan program ini. Pihaknya kini tengah gencar memetakan potensi sektor kehutanan yang tersebar di berbagai wilayah Lampung.

“Kami berkomitmen memetakan potensi kehutanan dan mendukung penuh implementasi Nilai Ekonomi Karbon ini,” ujar Jihan. Ia menilai program ini menjadi stimulus bagi pemerintah daerah untuk mengelola kekayaan alam tanpa merusaknya.

Petani Hutan Jadi Aktor Utama Ekonomi Hijau

Melalui program ini, masyarakat bukan lagi sekadar penonton, melainkan aktor utama dalam menjaga hutan. Petani hutan kini memiliki akses legal untuk mengelola kawasan sekaligus memetik manfaat ekonominya secara nyata.

Baca Juga  Wagub Jihan Panen Melon, Dorong Pertanian Modern Berbasis IoT di SMK

Berbagai produk unggulan petani hutan Lampung seperti madu, kopi, hingga sirup nira kini memiliki nilai tambah. Selain produk fisik, pengembangan ekowisata berbasis hutan juga menjadi peluang besar bagi kesejahteraan warga desa.

Dukungan pendanaan menjadi kunci agar petani mampu menekan laju kerusakan hutan (deforestasi). Jihan pun mengapresiasi dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang siap mengucurkan pendanaan bagi kelompok perhutanan sosial.

“Terima kasih kepada OJK dan lembaga keuangan yang telah berkomitmen. Ini adalah dukungan nyata bagi potensi yang ada di perhutanan sosial kita,” tambah Jihan.

Baca Juga  Akselerasi Ekspor Alpukat Siger Lampung Timur Melalui Penguatan Koperasi

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menilai ekonomi karbon dan perhutanan sosial adalah dua hal yang saling menguatkan. Akses keuangan yang berkelanjutan akan memperkuat pengelolaan hutan dari hulu hingga ke hilir.

Keberhasilan program di Lampung ini diharapkan menjadi bukti bahwa menjaga hutan tidak harus membuat masyarakat miskin. Sebaliknya, hutan yang lestari justru mampu menjadi sumber pendapatan baru melalui perdagangan karbon dan hasil hutan bukan kayu.(*)

Berita Terkait

Jaga Keseimbangan Alam, 942 Burung Hasil Sitaan Kembali ke Hutan
Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti
Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan
Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor
Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia
Solusi Permanen Konflik Gajah TNWK, Pagar Pembatas 138 Kilometer Mulai Dibangun
Wamen LHK Rohmat Marzuki Ajak Rimbawan Perkuat Ekonomi Hijau di Bulan Ramadan
Hari Bakti Rimbawan, Momentum Perkuat Jati Diri Penjaga Hutan

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 23:20 WIB

Jaga Keseimbangan Alam, 942 Burung Hasil Sitaan Kembali ke Hutan

Rabu, 8 April 2026 - 23:24 WIB

Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti

Sabtu, 4 April 2026 - 23:58 WIB

Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan

Sabtu, 4 April 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:56 WIB

Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia

Berita Terbaru