Inti Berita:
• Masalah: Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di Selat Sunda mengancam kelancaran pengiriman bahan pokok ke pasar.
• Solusi: Koordinasi lintas instansi untuk memprioritaskan angkutan kebutuhan pokok guna mencegah kekosongan stok.
• Data: Pemantauan intensif dilakukan pada komoditas rawan seperti telur, daging, dan bawang merah dari Brebes.
(Kitani.id): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bergerak cepat mengantisipasi gangguan distribusi bahan kebutuhan pokok. Cuaca ekstrem yang melanda saat ini dinilai berisiko mengganggu ketersediaan pangan dan stabilitas harga pasar.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Zimmi Skil, memberikan keterangannya pada Senin (9/2/2026). Ia memprediksi kebutuhan pangan akan meningkat signifikan menjelang momen Ramadan dan Idulfitri mendatang.
Pihaknya menaruh perhatian khusus pada sejumlah komoditas yang rawan mengalami fluktuasi harga. Komoditas tersebut meliputi telur, daging ayam, daging sapi, hingga pasokan cabai di pasaran.
Waspadai Gelombang Selat Sunda
Kelancaran distribusi menjadi faktor kunci agar tidak terjadi kekosongan barang yang dapat memicu kenaikan harga. Pemprov Lampung kini tengah berfokus memitigasi hambatan pengiriman akibat faktor alam yang tidak menentu.
“Dengan cuaca ekstrem saat ini, muncul gangguan gelombang di Selat Sunda,” ujar Zimmi Skil saat menjelaskan situasi terkini. Kondisi perairan ini menjadi tantangan utama bagi armada pengangkut logistik pangan menuju Lampung.
Pihaknya terus berkoordinasi agar angkutan kebutuhan pokok mendapatkan prioritas utama di jalur penyeberangan. Hal ini dilakukan supaya distribusi ke pasar tetap lancar dan mencegah adanya spekulasi pedagang.
Pantau Stok Bawang dan Cabai
Salah satu komoditas yang sangat bergantung pada jalur distribusi luar daerah adalah bawang merah. Selama ini, pasokan bawang merah untuk wilayah Lampung didatangkan langsung dari wilayah Brebes.
Jika pengiriman terhambat akibat cuaca buruk, maka stok di pasar dipastikan akan terganggu. Selain bawang, harga cabai juga menjadi perhatian karena sifatnya yang sangat mudah mengalami lonjakan harga.
Zimmi berharap penurunan curah hujan dalam waktu dekat dapat mendorong panen cabai secara serentak. Bersama instansi terkait, pihaknya berkomitmen melakukan pemantauan stok secara intensif hingga menjelang hari raya Idulfitri.(*)








