Inti Berita:
• Masalah: Potensi keterkaitan penyakit pernapasan antara manusia dan hewan (zoonosis) memerlukan sistem deteksi yang lebih terintegrasi.
• Solusi: Penguatan surveilans sentinel melalui program Rightsizing dan pendekatan One Health untuk memetakan wilayah risiko.
• Data: Kegiatan melibatkan Kemenkes, CDC, serta dinas terkait untuk mengintegrasikan data profiling peternakan unggas di Lampung.
(Kitani.id): Pemerintah Provinsi Lampung terus memperketat pengawasan terhadap potensi penyebaran penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung turut ambil bagian dalam evaluasi program surveilans penyakit pernapasan.
Langkah ini dilakukan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Rightsizing Surveilans Sentinel ILI–SARI yang digelar di Bandar Lampung, Kamis (12 Februari 2026). Sinergi ini melibatkan berbagai lembaga internasional dan nasional demi menjaga stabilitas kesehatan masyarakat serta lingkungan.
Pendekatan One Health untuk Keamanan Pangan
Fokus utama dalam pertemuan ini adalah penerapan pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Melalui sistem ini, pemerintah berupaya mendeteksi dini sindrom Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Dinas Peternakan berperan penting dalam menyediakan data profiling peternakan unggas guna memetakan wilayah yang memiliki risiko tinggi.
Keterkaitan antara penyakit respiratori pada manusia dan populasi hewan ternak menjadi poin krusial yang terus dipantau. “Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sistem surveilans melalui peningkatan kualitas pelaporan dan koordinasi lintas sektor,” jelas perwakilan tim dalam diskusi di Hotel Arte tersebut.
Selain itu, para ahli membahas mekanisme respon terpadu agar penanganan di lapangan bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Tim reaksi cepat disiapkan untuk menghadapi potensi kejadian penyakit zoonotik yang sewaktu-waktu bisa muncul. Penguatan analisis data ini diharapkan mampu memberikan gambaran akurat bagi otoritas kesehatan dalam mengambil kebijakan.
Pemetaan Risiko di Wilayah Peternakan
Diskusi teknis yang berlangsung juga menekankan pentingnya integrasi data antara sektor kesehatan dan peternakan. Dengan adanya profiling peternakan yang jelas, pemetaan wilayah berisiko di Provinsi Lampung menjadi lebih mudah dilakukan.
Langkah preventif ini sangat menguntungkan bagi para peternak lokal agar usaha mereka terhindar dari wabah penyakit menular. Melalui koordinasi yang solid antara Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan, deteksi dini terhadap virus influenza dapat dilakukan lebih efektif.
Partisipasi dari CDC dan Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa pengawasan di Lampung telah mengikuti standar internasional. Harapannya, sinergi ini dapat mewujudkan penyediaan informasi yang akurat bagi masyarakat dan pelaku usaha tani.
Pencegahan yang terencana dengan baik akan meminimalisir dampak kerugian ekonomi di sektor peternakan. Dengan demikian, kesehatan masyarakat terjaga dan ekosistem peternakan di Bumi Ruwa Jurai tetap aman serta produktif. (*)








