(Kitani.id): Kabar penting bagi para pelaku UMKM di Lampung yang selama ini sering mengeluh sulit mendapatkan modal. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, berencana membentuk bank baru yang khusus melayani Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Langkah besar ini diawali dengan rencana mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari BRI untuk dijadikan ujung tombak pembiayaan usaha rakyat.
Menkeu mengaku “tergelitik” melihat program KUR yang sudah berjalan bertahun-tahun namun belum mampu membuat banyak UMKM naik kelas.
Selama ini, penyaluran lewat bank konvensional seringkali terhambat karena bank sebagai perusahaan publik tentu lebih memilih nasabah dengan risiko rendah demi mengejar profit.
“Desain BRI itu untuk untung, bukan semata-mata membantu rakyat. Jadi kalau mau UMKM dibereskan, solusinya adalah memisahkan PNM agar fokus menjalankan penugasan pemerintah,” ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (6 April 2026).
Target Rp200 Triliun dan Ekosistem Terpadu
Rencana jangka panjangnya sangat ambisius. Pemerintah akan menyuntikkan dana KUR sekitar Rp40 triliun setiap tahun ke bank baru ini. Dalam lima tahun, bank khusus UMKM ini diproyeksikan memiliki modal jumbo hingga Rp200 triliun—setara dengan bank-bank besar di Indonesia, namun dengan misi tunggal membantu rakyat kecil.
Tak hanya memberikan pinjaman, bank ini nantinya akan membangun ekosistem lengkap. Mulai dari penyediaan penasihat bisnis, pelatihan keterampilan, hingga bantuan pemasaran hasil usaha.
Strategi ini diklaim sudah mengantongi lampu hijau dari Presiden Prabowo Subianto dan sedang dimatangkan bersama Danantara Indonesia. Dengan adanya bank khusus ini, diharapkan tidak ada lagi cerita pelaku usaha kecil yang merasa dipersulit saat ingin mengajukan modal usaha.(*)








