Inti Berita:
• Masalah: Rendahnya komitmen sejumlah pemerintah daerah dalam menjalankan program strategis cetak sawah.
• Solusi: Pengalihan anggaran secara tegas ke wilayah yang lebih siap dan progresif demi menjaga target nasional.
• Data: Target cetak sawah tahun 2026 ditingkatkan menjadi 250 ribu hektare dari sebelumnya 200 ribu hektare.
(Kitani.id): Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan peringatan keras kepada seluruh pemerintah daerah. Pihaknya tidak segan mengalihkan anggaran ke wilayah lain yang lebih siap. Langkah ini diambil jika daerah tidak serius menjalankan program cetak sawah. Hal tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan swasembada pangan nasional.
Amran Sulaiman mengingatkan bahwa komitmen daerah akan terus dievaluasi secara berkala. Anggaran pertanian yang mencapai puluhan triliun rupiah merupakan amanah rakyat yang besar.
Oleh karena itu, bantuan pemerintah akan diprioritaskan bagi daerah dengan capaian positif. Sementara itu, wilayah dengan progres rendah akan segera ditahan bantuannya.
Ketegasan Mentan Demi Optimalisasi Produksi Pangan
Kementerian Pertanian ingin memastikan setiap rupiah anggaran menghasilkan produksi yang nyata. Amran Sulaiman bahkan memerintahkan seluruh jajaran Dirjen untuk bertindak sangat tegas. Jika sebuah kabupaten terbukti tidak serius, maka anggarannya akan segera dinolkan.
“Yang tidak serius, kabupaten yang tidak serius, tolong nol kan anggarannya. Sampaikan Menteri Pertanian yang tanggung jawab,” kata Amran Sulaiman dikutip dari Antara, Rabu (25 Februari 2026).
Pernyataan ini merupakan bentuk tanggung jawab agar program tidak berjalan sia-sia. Amran Sulaiman menekankan bahwa langkah ini justru merupakan bentuk kepedulian pemerintah. Pihaknya tidak ingin anggaran membebani daerah yang memang belum siap secara teknis.
“Bentuk cinta saya, kalau Anda tidak sanggup, saya pindahkan anggarannya. Daripada nanti tidak berjalan optimal di kemudian hari,” ucap sosok yang juga Kepala Badan Pangan Nasional tersebut.
Target Cetak Sawah 2026 Meningkat Drastis
Program cetak sawah merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan swasembada pangan Indonesia. Pada tahun 2025, realisasi cetak sawah nasional telah mencapai 200 ribu hektare. Namun, pada tahun 2026 ini, target ditingkatkan menjadi 250 ribu hektare.
Amran Sulaiman meminta seluruh kepala dinas pertanian segera memacu percepatan di lapangan. Seluruh daerah wajib melaporkan perkembangan signifikan paling lambat akhir Maret 2026. Momentum swasembada yang sudah diraih tidak boleh kendur sedikit pun.
“Indonesia terhormat karena mencapai swasembada dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Ke depan kita terus lakukan akselerasi,” tegas Amran Sulaiman menutup pernyataannya.(*)








