Anggaran Cetak Sawah Terancam Ditarik, Mentan Amran: Alihkan ke Daerah yang Serius!

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengalihan anggaran secara tegas ke wilayah yang lebih siap dan progresif demi menjaga target nasional.(Ilustrasi: Kitani.id)

Pengalihan anggaran secara tegas ke wilayah yang lebih siap dan progresif demi menjaga target nasional.(Ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Rendahnya komitmen sejumlah pemerintah daerah dalam menjalankan program strategis cetak sawah.

Solusi: Pengalihan anggaran secara tegas ke wilayah yang lebih siap dan progresif demi menjaga target nasional.

Data: Target cetak sawah tahun 2026 ditingkatkan menjadi 250 ribu hektare dari sebelumnya 200 ribu hektare.

(Kitani.id): Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan peringatan keras kepada seluruh pemerintah daerah. Pihaknya tidak segan mengalihkan anggaran ke wilayah lain yang lebih siap. Langkah ini diambil jika daerah tidak serius menjalankan program cetak sawah. Hal tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan swasembada pangan nasional.

Baca Juga  Polri di Lampung Tanam Jagung Serentak, Target Lahan Tembus 103 Persen

Amran Sulaiman mengingatkan bahwa komitmen daerah akan terus dievaluasi secara berkala. Anggaran pertanian yang mencapai puluhan triliun rupiah merupakan amanah rakyat yang besar.

Oleh karena itu, bantuan pemerintah akan diprioritaskan bagi daerah dengan capaian positif. Sementara itu, wilayah dengan progres rendah akan segera ditahan bantuannya.

Ketegasan Mentan Demi Optimalisasi Produksi Pangan

Kementerian Pertanian ingin memastikan setiap rupiah anggaran menghasilkan produksi yang nyata. Amran Sulaiman bahkan memerintahkan seluruh jajaran Dirjen untuk bertindak sangat tegas. Jika sebuah kabupaten terbukti tidak serius, maka anggarannya akan segera dinolkan.

“Yang tidak serius, kabupaten yang tidak serius, tolong nol kan anggarannya. Sampaikan Menteri Pertanian yang tanggung jawab,” kata Amran Sulaiman dikutip dari Antara, Rabu (25 Februari 2026).

Baca Juga  Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus

Pernyataan ini merupakan bentuk tanggung jawab agar program tidak berjalan sia-sia. Amran Sulaiman menekankan bahwa langkah ini justru merupakan bentuk kepedulian pemerintah. Pihaknya tidak ingin anggaran membebani daerah yang memang belum siap secara teknis.

“Bentuk cinta saya, kalau Anda tidak sanggup, saya pindahkan anggarannya. Daripada nanti tidak berjalan optimal di kemudian hari,” ucap sosok yang juga Kepala Badan Pangan Nasional tersebut.

Target Cetak Sawah 2026 Meningkat Drastis

Program cetak sawah merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan swasembada pangan Indonesia. Pada tahun 2025, realisasi cetak sawah nasional telah mencapai 200 ribu hektare. Namun, pada tahun 2026 ini, target ditingkatkan menjadi 250 ribu hektare.

Baca Juga  Lampung Siapkan Data Lahan Sawah Dilindungi, Target Rampung Maret 2026

Amran Sulaiman meminta seluruh kepala dinas pertanian segera memacu percepatan di lapangan. Seluruh daerah wajib melaporkan perkembangan signifikan paling lambat akhir Maret 2026. Momentum swasembada yang sudah diraih tidak boleh kendur sedikit pun.

“Indonesia terhormat karena mencapai swasembada dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Ke depan kita terus lakukan akselerasi,” tegas Amran Sulaiman menutup pernyataannya.(*)

 

Berita Terkait

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus
Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung
Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa
Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026
Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026
Gubernur Mirza Apresiasi Restorasi Ekosistem Way Kambas
Hilirisasi Komoditas Jadi Kunci Ekonomi Lampung Tembus 8 Persen
Stok Pangan Aman Jelang Lebaran, Harga Terkendali

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:13 WIB

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:02 WIB

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:52 WIB

Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:37 WIB

Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:09 WIB

Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB