(Kitani.id): Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat arah strategis riset hortikultura nasional. Langkah ini fokus pada fase konsolidasi melalui Pusat Riset Hortikultura.
Mereka menggelar Rapat Koordinasi dan Monitoring Evaluasi (Rakor dan Monev) Triwulan I Tahun 2026 secara luring. Pertemuan bertujuan memastikan efektivitas sistem kerja peneliti di lapangan.
Selain itu, BRIN ingin mengunci Strategi Hilirisasi Riset Hortikultura agar berdampak langsung bagi masyarakat.
Fokus pada Dampak Nyata dan Kinerja
Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, Puji Lestari, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh periset. Menurutnya, forum ini sangat penting untuk memperkuat jejaring antarpeneliti.
“Dinamika sistem kerja berbasis homebase membutuhkan disiplin tinggi dan koordinasi yang kuat,” ujar Puji di Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Selasa (31 Maret 2026).
Dia juga menyoroti perubahan sistem penilaian kinerja yang lebih progresif. Penilaian tersebut kini terintegrasi dalam Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Fokus utamanya bukan lagi sekadar administrasi, melainkan outcome riset yang bisa dihilirisasi. “Kami mendorong periset memanfaatkan peluang pendanaan, termasuk melalui skema LPDP,” tambahnya.
Mendorong Inovasi Berbasis Teknologi AI
Sementara itu, Kepala Pusat Riset Hortikultura, Dwinita Wikan Utami, memaparkan capaian positif di awal tahun. Dwinita menegaskan bahwa penguatan kinerja bertumpu pada empat pilar utama. Pilar tersebut adalah SDM, kualitas riset, tata kelola, dan jejaring kolaborasi. “Evaluasi ini penting agar setiap riset berjalan sesuai indikator kinerja,” tegasnya.
Dukungan hilirisasi juga datang dari Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Dr. Van Basten. Ia menekankan pentingnya ekosistem pertanian yang terintegrasi dari petani hingga industri. Van Basten menyarankan penggunaan data agroklimat dan teknologi kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini sangat vital untuk memantau budidaya komoditas strategis seperti cabai dan bawang. “Pendekatan ini mampu memperkuat stabilitas harga dan daya saing produk kita,” ungkapnya.(*)








