Bulog Siapkan 100 Ribu Ton Minyakita Demi Stabilkan Harga di Pasar

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perum Bulog bergerak menambah stok Minyakita secara besar-besaran di seluruh pasar Indonesia. (Ilustrasi: Kitani.id)

Perum Bulog bergerak menambah stok Minyakita secara besar-besaran di seluruh pasar Indonesia. (Ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Serapan stok Minyakita baru 45.000 ton dari target 60.000 ton, memicu lonjakan harga hingga Rp19.000 per liter.

Solusi: Perum Bulog menambah stok hingga 100.000 ton dan membuka kios langsung di pasar sebagai distributor pertama.

Data: Harga Eceran Tertinggi (HET) resmi adalah Rp15.700 per liter sesuai Permendag Nomor 43 Tahun 2025.

(Kitani.id): Perum Bulog bergerak menambah stok Minyakita secara besar-besaran di seluruh pasar Indonesia.

Langkah tersebut menjadi strategi utama untuk menekan harga minyak goreng yang saat ini masih melambung tinggi. Harapannya, masyarakat bisa segera mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dan stabil.

Baca Juga  Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM

Target 100 Ribu Ton untuk Ramadan

Bulog kini tengah meminta tambahan pasokan langsung kepada pihak produsen minyak goreng. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa penambahan stok sangat krusial dilakukan saat ini.

Realisasi stok bulan Februari baru mencapai angka 45.000 ton, padahal kebutuhan menjelang hari besar dipastikan meningkat tajam.

“Nanti kita maksimalkan kalau bisa 90 ribu ton atau 100 ribu ton. Target ini untuk persiapan ramadan dan Idul Fitri agar daerah tidak kekurangan lagi,” ujar Rizal di Jakarta Selatan, Sabtu (21 Februari 2026).

Baca Juga  Perjuangkan Nasib Petani Kecil, Indonesia Pimpin Reformasi Pertanian di Forum WTO

Selain itu, Bulog berkomitmen memastikan kelancaran distribusi sampai ke tingkat pengecer paling bawah agar tidak terjadi kelangkaan.

Potong Jalur Distribusi Melalui Kios Bulog

Pemerintah berupaya memangkas rantai distribusi minyak goreng rakyat melalui pembukaan kios-kios resmi. Bulog akan membuka kios di 146 pasar untuk menyalurkan barang secara masif kepada para pedagang.

Baca Juga  Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu

Dengan menjadi distributor pertama, Bulog bisa memantau harga langsung agar tetap sesuai dengan aturan yang berlaku di lapangan. “Kemarin ditemukan oleh Pak Mentan harga Minyakita ada yang mencapai Rp19.000 per liter. Harapannya, kami adakan upaya cepat supaya tidak ada lagi kenaikan signifikan,” tambah Rizal.

Sesuai aturan, harga resmi Minyakita sebenarnya dipatok sebesar Rp15.700 per liter saja, sehingga pengawasan ketat akan terus diperkuat di pasar-pasar. (*)

Berita Terkait

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng
Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional
Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah
Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM
Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu
MBG di Mata Purbaya, Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis
Kepala BGN Pastikan Motor Operasional MBG untuk Kepala SPPG
Petani Lampung Selatan Mulai Go Digital, Urus Sawah Kini Cukup Lewat HP

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 19:18 WIB

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng

Jumat, 10 April 2026 - 23:32 WIB

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 - 19:45 WIB

Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah

Jumat, 10 April 2026 - 10:32 WIB

Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM

Kamis, 9 April 2026 - 20:30 WIB

Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB