Inti Berita:
• Masalah: Perlunya stabilitas harga bahan pokok dan penyerapan hasil tani lokal yang lebih maksimal.
• Solusi: Kolaborasi industri sebagai offtaker (pembeli) hasil panen jagung dan peternakan rakyat.
• Data/Biaya: Kunjungan spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Japfa Comfeed Lampung pada Jumat, 30 Januari 2026.
(Kitani.id): Anggota Komisi VII DPR RI, Rycko Menoza, MBA, menaruh harapan besar pada keberadaan industri pangan skala nasional di Lampung. Hal ini ia sampaikan saat mengunjungi PT Japfa Comfeed Indonesia Unit Lampung. Kunjungan ini bertujuan memastikan industri strategis siap mendukung ketahanan pangan.
Rycko menegaskan bahwa PT Japfa harus memberikan manfaat nyata, khususnya bagi warga Kabupaten Lampung Selatan. Wilayah ini dikenal memiliki potensi pertanian dan peternakan yang sangat besar. Contohnya di daerah Tanjung Sari yang sudah lama tersohor sebagai pusat peternakan nasional.
Hilirisasi Pertanian untuk Stabilkan Harga Bahan Pokok
Menurut Rycko, pasar lokal harus diprioritaskan sebelum produk dijual ke luar daerah. Ia berharap PT Japfa bisa membantu menstabilkan harga bahan-bahan pokok di tingkat petani dan peternak. Dengan begitu, hasil jerih payah petani Lampung Selatan memiliki nilai tawar yang lebih baik.
Senada dengan itu, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyebut industri pangan sebagai sektor vital. Lampung sangat beruntung menjadi lokasi salah satu unit perusahaan agri-food terintegrasi terbesar di tanah air. Kehadiran industri ini menjadi penentu stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.
Pimpinan rombongan, Chusnunia Chalim, juga mencatat bahwa sekitar 50 persen bahan baku pakan ternak di sini berasal dari jagung lokal. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan bahan baku dilakukan secara hati-hati agar tidak merugikan UMKM.
Peningkatan produktivitas jagung harus didukung irigasi yang baik agar industri pakan ternak tetap stabil sepanjang tahun.(*)








