INTI BERITA
• Masalah: Infrastruktur tambak Bumi Dipasena perlu perbaikan agar kembali produktif seperti masa kejayaan.
• Solusi: Sinergi pemerintah dan swasta untuk revitalisasi kanal, sarana produksi, serta modernisasi teknologi budidaya.
• Data: Potensi pasar besar melalui rencana pembangunan 1.300 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lampung.
(Kitani.id): Kabar baik berhembus bagi para petambak udang di Tulang Bawang. Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, mendukung penuh revitalisasi Bumi Dipasena.
Langkah ini melibatkan sinergi pusat, daerah, hingga sektor swasta secara terpadu. Menurut Mikdar Ilyas, ini adalah strategi krusial untuk memperkuat fondasi ekonomi Lampung.
Peluang Besar Program Makan Bergizi Gratis
Selanjutnya, potensi serapan pasar domestik kini terbuka lebar melalui program pemerintah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan pasokan protein ikan dan udang tinggi. Rencananya, akan ada 1.300 dapur MBG yang berdiri di seluruh wilayah Lampung.
“Ini menunjukkan peluang pasar yang sangat besar bagi petambak lokal. Jika Dipasena kembali optimal, maka Lampung memiliki posisi strategis untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Mikdar Ilyas di Bandarlampung, Selasa (24 Februari 2026).
Infrastruktur Modern untuk Kesejahteraan Petambak
Namun, revitalisasi ini harus menyentuh aspek mendasar seperti perbaikan jaringan kanal. Mikdar Ilyas mendorong pembenahan sarana produksi dan kepastian regulasi bagi petambak.
Keamanan dalam berusaha menjadi kunci utama agar iklim investasi kembali sehat. Selain itu, penerapan teknologi budidaya modern sangat penting agar udang Lampung berdaya saing.
“Kalau petambak bisa kembali memproduksi seperti masa kejayaannya, tentu ini sangat positif. Perputaran ekonomi akan kembali hidup dan kesejahteraan masyarakat ikut terangkat,” tambah Mikdar optimis.
Dengan sinergi tepat, Bumi Dipasena bisa kembali menjadi lumbung udang nasional. Hal ini akan membawa nama Lampung harum di kancah internasional kembali.(*)








