Pertanian Modern di Lampung Selatan Jadi Rujukan, Targetkan 1.000 Hektare Lahan

Jumat, 13 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program pertanian modern di Lampung Selatan jadi rujukan daerah lain. (ilustrasi: Kitani.id)

Program pertanian modern di Lampung Selatan jadi rujukan daerah lain. (ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Perlunya model pertanian yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga aspek edukasi dan wisata.

Solusi: Pengembangan pertanian modern di Lampung Selatan melalui konsep agroeduwisata di Desa Trimomukti, Candipuro.

Data: Target luas lahan meningkat dari 400 hektare pada 2025 menjadi 1.000 hektare pada 2026 dengan 3-4 kali masa tanam.

(Kitani.id): Program pertanian modern di Lampung Selatan mulai menarik perhatian berbagai daerah. Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas TPH-Bun Lampung Selatan, Mugiyono. Bahkan, katanya, anggota DPRD Pringsewu datang langsung untuk mempelajari inovasi berbasis teknologi tersebut.

Baca Juga  Jembatan Way Sepagasan Diresmikan, Akses Pertanian Lampung Barat Kian Lancar

Mugiyono memaparkan keunggulan Kawasan Pertanian Anak Nusantara di Desa Trimomukti. Kawasan ini merupakan model percontohan pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan sektor pendidikan dan pariwisata. Oleh karena itu, ekosistem ini disebut dengan konsep agroeduwisata terpadu.

“Semangat petani di Desa Trimomukti sangat luar biasa dan menjadi kekuatan utama dalam keberhasilan program pertanian modern di Lampung Selatan,” katanya.

Inovasi Agroeduwisata dan Peningkatan Masa Tanam

Konsep agroeduwisata hadir untuk memperluas manfaat sektor pertanian bagi warga. Selain menjadi sentra produksi, lahan tersebut kini menjadi destinasi wisata edukatif. Pemerintah daerah memanfaatkan kekayaan budaya masyarakat lokal untuk menarik kunjungan wisatawan.

Baca Juga  Krisis Global Jadi Peluang, Dunia Antre Berebut Pupuk Urea Buatan Indonesia

Selanjutnya, Mugiyono menjelaskan, target produktivitas lahan yang lebih tinggi tahun ini. Kawasan tersebut ditargetkan mampu melakukan tiga hingga empat kali masa tanam dalam setahun. Hal ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah Lampung Selatan.

“Program agroeduwisata ini lahir dari kebutuhan menghadirkan model pembangunan pertanian yang lebih luas manfaatnya,” ujarnya.

Perluasan Lahan Pertanian Modern di Lampung Selatan

Pada tahun 2025, Lampung Selatan sukses mengelola 400 hektare lahan dengan tiga kali masa tanam. Kini, pada tahun 2026, pemerintah daerah memperluas target pengembangan hingga mencapai 1.000 hektare. Langkah ini melibatkan berbagai pihak untuk menjaga produktivitas kawasan.

Baca Juga  Pemerintah Perketat Aturan Ekspor-Impor Komoditas Strategis

Kemudian, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan terus dilakukan secara intensif. Pemerintah ingin memastikan seluruh sarana pendukung teknologi smart farming tersedia bagi petani. Dengan demikian, pertanian modern di Lampung Selatan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Akhirnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu memberdayakan ekonomi masyarakat pedesaan secara mandiri. Kesuksesan di Desa Trimomukti akan menjadi standar baru bagi pengembangan wilayah lainnya. Lampung Selatan kini semakin mantap menjadi pusat inovasi pertanian di Provinsi Lampung.(*)

Berita Terkait

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng
Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional
Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah
Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM
Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu
MBG di Mata Purbaya, Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis
Kepala BGN Pastikan Motor Operasional MBG untuk Kepala SPPG
Petani Lampung Selatan Mulai Go Digital, Urus Sawah Kini Cukup Lewat HP

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 19:18 WIB

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng

Jumat, 10 April 2026 - 23:32 WIB

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 - 19:45 WIB

Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah

Jumat, 10 April 2026 - 10:32 WIB

Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM

Kamis, 9 April 2026 - 20:30 WIB

Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB