Lampung Masuk Wilayah Rawan El Nino

Jumat, 3 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penguatan Cadangan Pangan Jadi Benteng Hadapi El Nino. (Ilustrasi: Kitani.id)

Penguatan Cadangan Pangan Jadi Benteng Hadapi El Nino. (Ilustrasi: Kitani.id)

(Kitani.id): Pemerintah mulai memasang sabuk pengaman untuk menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Langkah utama yang diambil adalah memperkuat stok pangan nasional dari petani dalam negeri.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa penguatan cadangan pangan kini menjadi ujung tombak. Kewaspadaan ini sangat krusial mengingat ancaman iklim bisa datang kapan saja.

“Begitu mendengar ada fenomena El Nino yang akan terjadi, tentu kami sudah menyiapkan kewaspadaan. Penguatan cadangan pangan menjadi prioritas,” kata Ketut saat memberikan keterangan di Jakarta, Jumat (3 April 2026).

Baca Juga  Batin Wulan Berbagi Kasih di Tubaba dan Tulang Bawang, Ratusan Paket Sembako Disalurkan

Penguatan Cadangan Pangan Jadi Benteng Hadapi El Nino

Berdasarkan laporan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), El Nino diprediksi mulai “menyapa” Indonesia pada awal Mei. Wilayah Lampung bersama Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diperkirakan akan merasakan dampak langsung dari fenomena ini.

Guna mengantisipasi hal tersebut, Bapanas menugaskan Perum Bulog untuk bergerak cepat menyerap gabah petani. Penyerapan intensif ini dilakukan agar stok beras pemerintah tetap kokoh saat produksi di lapangan mungkin terganggu oleh kekeringan.

Baca Juga  Strategi Gubernur Mirza Bangun Ekosistem Ekonomi Desa, Jagung dan Pakan Ternak Jadi Kunci

“Bulog sudah kami tugaskan untuk menyerap gabah yang akan diolah menjadi beras. Ini adalah modal kita agar ketersediaan pangan tetap terjaga di masa kemarau nanti,” jelas Ketut.

Stok Pangan Nasional Lebih Kuat

Kabar baiknya, persiapan tahun ini dinilai jauh lebih matang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebutkan stok cadangan beras saat ini sudah mencapai 4,4 juta ton.

Baca Juga  Strategi BRIN Tingkatkan Panen Sayur, Inovasi Pupuk Hayati Hemat Biaya

Pemerintah menargetkan angka tersebut menembus 5 juta ton dalam bulan ini. Selain beras, stok komoditas lain seperti jagung pakan, minyak goreng, hingga gula pasir juga terus ditambah secara bertahap.

“Persiapan kita jauh lebih baik. Jika terjadi kekeringan yang berdampak pada produksi, cadangan ini yang akan menopang kebutuhan masyarakat,” tegas Amran. Dengan sinergi antara pusat dan daerah, pemerintah optimis stabilitas pangan tetap terjaga meski tantangan iklim menghadang.(*)

Berita Terkait

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng
Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional
Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah
Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM
Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu
MBG di Mata Purbaya, Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis
Kepala BGN Pastikan Motor Operasional MBG untuk Kepala SPPG
Petani Lampung Selatan Mulai Go Digital, Urus Sawah Kini Cukup Lewat HP

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 19:18 WIB

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng

Jumat, 10 April 2026 - 23:32 WIB

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 - 19:45 WIB

Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah

Jumat, 10 April 2026 - 10:32 WIB

Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM

Kamis, 9 April 2026 - 20:30 WIB

Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB