Dishut Lampung Gandeng BUMD Kelola Wisata Tahura Wan Abdul Rachman

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potensi wisata alam air terjun Tahura Wan Abdul Rachman. (foto: Dishut Lampung)

Potensi wisata alam air terjun Tahura Wan Abdul Rachman. (foto: Dishut Lampung)

Inti Berita:

Masalah: Pendapatan asli daerah (PAD) dari Tahura Wan Abdul Rachman menurun pasca pandemi, hanya mencapai 60% dari target.

Solusi: Kerja sama pengelolaan jasa lingkungan dengan PT Lampung Jasa Utama (LJU) agar lebih profesional.

Data/Biaya: Luas lahan 22.000 hektare dengan penyesuaian target PAD dari Rp80 juta menjadi Rp55 juta.

(Kitani.id): Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Lampung tengah menjajaki kerja sama dengan BUMD PT Lampung Jasa Utama (LJU). Kerja sama ini berfokus pada pengelolaan jasa lingkungan di kawasan hutan untuk menambah pemasukan daerah.

Baca Juga  Wamen LHK Rohmat Marzuki Ajak Rimbawan Perkuat Ekonomi Hijau di Bulan Ramadan

Kepala Dishut Lampung, Yanyan Ruchyansyah, menyatakan bahwa sektor kehutanan perlu berkontribusi lebih bagi pendapatan Provinsi Lampung. “Tahun ini kami sedang membutuhkan sumber pendapatan baru,” ujar Yanyan, Senin (26/1/2026).

Pengembangan Wisata Pemandian dan Konservasi

Fokus utama kerja sama ini adalah penyediaan jasa pemandian wisata di Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman. PT LJU telah menyusun konsep yang direncanakan mulai berjalan pada Januari ini.

Baca Juga  Reformasi Kelembagaan Perkuat Tata Kelola Kehutanan Indonesia

Meski dikembangkan menjadi objek wisata, aspek konservasi tetap menjadi prioritas. Kawasan hutan seluas 22.000 hektare ini akan tetap dijaga kelestariannya sesuai aturan kehutanan yang berlaku. Selama ini, pengelolaan oleh pihak dinas dirasa kurang maksimal karena keterbatasan personel yang juga harus fokus pada pembinaan petani.

Kondisi PAD dari Tahura sendiri sempat menurun cukup drastis sejak pandemi COVID-19. Target pendapatan yang semula Rp80 juta terpaksa diturunkan menjadi Rp55 juta pada 2025. Melalui keterlibatan pihak ketiga yang lebih profesional, pemerintah daerah berharap potensi wisata dan interaksi komoditi tani di Tahura dapat tergarap lebih optimal.(*)

Berita Terkait

Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti
Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan
Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor
Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia
Solusi Permanen Konflik Gajah TNWK, Pagar Pembatas 138 Kilometer Mulai Dibangun
Wamen LHK Rohmat Marzuki Ajak Rimbawan Perkuat Ekonomi Hijau di Bulan Ramadan
Hari Bakti Rimbawan, Momentum Perkuat Jati Diri Penjaga Hutan
Menjaga Napas Hutan, Etika Islam dalam Memanen Kekayaan Alam

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 23:24 WIB

Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti

Sabtu, 4 April 2026 - 23:58 WIB

Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan

Sabtu, 4 April 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:56 WIB

Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:08 WIB

Solusi Permanen Konflik Gajah TNWK, Pagar Pembatas 138 Kilometer Mulai Dibangun

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB