Memperkuat Peluang Transaksi Pelaku UMKM, Strategi Kemenekraf Sambut Lebaran 2026

Jumat, 20 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Memperkuat peluang transaksi pelaku UMKM. (Ilustrasi: Kitani.id)

Memperkuat peluang transaksi pelaku UMKM. (Ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Ketatnya persaingan pasar dan terbatasnya visibilitas jenama lokal saat puncak konsumsi masyarakat.

Solusi: Melakukan akselerasi usaha melalui penguatan kualitas produk, desain kemasan, hingga perluasan jejaring bisnis.

Data: Potensi besar terkonsentrasi pada sektor fesyen (modest wear) dan kuliner (makanan beku & takjil inovatif).

(Kitani.id): Menjelang hari raya Idulfitri, geliat ekonomi kreatif di tanah air semakin kencang. Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) membuka akses promosi yang lebih luas bagi para pelaku usaha lokal.

Baca Juga  Mempercepat Pengentasan Kemiskinan Melalui Koperasi Desa Merah Putih

Upaya tersebut bertujuan memastikan produk dalam negeri tidak hanya menjadi penonton di pasar sendiri.

Akselerasi Produk Lokal Menuju Pasar Global

Pemerintah memfokuskan intervensi pada aspek kecepatan pertumbuhan usaha. Tujuannya adalah menyiapkan para pelaku ekonomi kreatif agar mampu meningkatkan nilai tambah produk mereka. Daya saing yang kuat akan membuat akses pasar terbuka lebih lebar bagi mereka.

“Kementerian Ekraf memfokuskan intervensinya pada aspek akselerasi usaha, yang bertujuan menyiapkan pelaku dan jenama ekonomi kreatif untuk meningkatkan nilai tambah produk,” ungkap Yuke Sri Rahayu, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemenekraf, Kamis (19 Maret 2026).

Baca Juga  Mentan Amran Perkuat Peran Koperasi, Distribusi Pangan ke Pasar Rakyat Makin Lancar

Program Strategis Penguatan Jenama

Selain dukungan pameran seperti Festival Jejak Jajanan Nusantara, terdapat program khusus untuk meningkatkan kelas UMKM. Program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK) dirancang agar produk kriya dan kuliner nasional bisa go global. Hal tersebut sangat penting agar pelaku usaha tidak hanya jago di kandang sendiri.

Pemerintah juga menghadirkan program Bedah Desain Kemasan (Bedakan) untuk mempercantik identitas visual produk. Terakhir, program Masak Bersama Master Chef (MASAMO) hadir membantu pengusaha kuliner menciptakan inovasi menu baru. Berbagai fasilitasi tersebut diharapkan mampu mendongkrak penjualan masyarakat selama Ramadhan secara drastis.(*)

Berita Terkait

Memborong Puluhan Lapak UMKM, Konsep Lebaran Sederhana Bupati Lampung Selatan
Mentan Amran Perkuat Peran Koperasi, Distribusi Pangan ke Pasar Rakyat Makin Lancar
Nasib Koperasi Merah Putih, Dari Legalitas Menuju Operasional Penuh
Wamen PANRB: ASN Daerah Siap Diterjunkan Perkuat Koperasi Desa Merah Putih
Mitra MBG Dilarang Bentuk Koperasi untuk Monopoli Pasokan Bahan Pangan
Target Juni 2026, Puluhan Ribu Koperasi Desa Merah Putih Siap Perkuat Ekonomi Warga
Kabar Gembira! Penerima Bansos Jadi Anggota Koperasi Merah Putih Tanpa Iuran Pokok
Koperasi di Lampung Bisa Belajar Ekspor dari Koperasi Produsen ini

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 21:42 WIB

Memborong Puluhan Lapak UMKM, Konsep Lebaran Sederhana Bupati Lampung Selatan

Selasa, 17 Maret 2026 - 00:05 WIB

Mentan Amran Perkuat Peran Koperasi, Distribusi Pangan ke Pasar Rakyat Makin Lancar

Senin, 16 Maret 2026 - 00:14 WIB

Nasib Koperasi Merah Putih, Dari Legalitas Menuju Operasional Penuh

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:15 WIB

Wamen PANRB: ASN Daerah Siap Diterjunkan Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Jumat, 13 Maret 2026 - 04:23 WIB

Mitra MBG Dilarang Bentuk Koperasi untuk Monopoli Pasokan Bahan Pangan

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB