(Kitani.id): Akses permodalan bagi rakyat kecil sering kali terbentur tembok tebal aturan administrasi perbankan yang sangat kaku. Padahal, banyak petani dan pedagang di Lampung yang membutuhkan suntikan modal cepat untuk bertahan hidup.
Kondisi sulit ini akhirnya memaksa mereka mencari jalan pintas dengan meminjam uang kepada rentenir yang mencekik leher. Persoalan ini menjadi kontradiksi mengingat kontribusi UMKM mencapai 61 persen terhadap PDB dengan jumlah unit usaha mencapai 70 juta.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menyebut perbankan masih menerapkan asas kehati-hatian yang terlalu berlebihan bagi pemula. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa syarat jaminan tambahan dan proses berbelit tetap menjadi momok bagi warga.
Kejelasan akses modal ini sangat penting karena menyangkut hajat hidup puluhan juta tulang punggung ekonomi nasional. Jika akses keuangan formal tetap sulit ditembus, maka usaha kecil masyarakat akan terus jalan di tempat atau bahkan bangkrut.
Menumbuhkan Kembali Ekosistem Usaha Mikro
Oleh sebab itu, kehadiran lembaga keuangan yang fokus pada pemberdayaan mikro menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi.
“Kita tak bisa pungkiri perbankan masih memberlakukan persyaratan yang sulit dipenuhi oleh para pelaku UMKM pemula,” kata Chusnunia yang akrab disapa Nunik di Jakarta, Rabu (8 April 2026).
Maka, Nunik sangat mendukung gagasan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi untuk mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Melalui Danantara Indonesia, PNM akan bertransformasi menjadi bank khusus untuk mengoptimalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Fokus utama perubahan ini adalah menumbuhkan kembali ekosistem usaha mikro yang selama ini kurang terperhatikan. Sebab, lewat Bank Khusus UMKM, pemerintah bisa memberikan pelayanan yang lebih spesifik dan tepat sasaran.
Nunik berharap lembaga ini nantinya memberikan paket lengkap mulai dari pendampingan, pelatihan, hingga penjaminan kredit. Pola terintegrasi ini menjadi senjata ampuh agar pelaku usaha kecil benar-benar bisa naik kelas.
“Lewat keberadaan bank UMKM kami juga berharap tumbuh ekosistem yang terintegrasi, dengan demikian para pelaku UMKM perlahan bisa terbebas dari rentenir,” tegasnya.(*)








