Nilai Tukar Petani Februari 2026 Tembus 1,5 Persen, Sektor Hortikultura Melejit

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Transformasi pertanian modern dan deregulasi kebijakan mulai membuahkan hasil pada penguatan daya beli petani.(Ilustrasi: ist)

Transformasi pertanian modern dan deregulasi kebijakan mulai membuahkan hasil pada penguatan daya beli petani.(Ilustrasi: ist)

Inti Berita:

Masalah: Tantangan biaya produksi (pupuk, bibit) dan konsumsi rumah tangga yang harus diimbangi dengan harga jual hasil panen.

Solusi: Transformasi pertanian modern dan deregulasi kebijakan mulai membuahkan hasil pada penguatan daya beli petani.

Data: NTP Februari 2026 naik 1,50% menjadi 125,45. Subsektor hortikultura melonjak tajam hingga 16,68%.

(Kitani.id): Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) periode Februari 2026 mencetak rekor baru dengan menyentuh angka 125,45, atau naik 1,50 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan ini menjadi sinyal positif bahwa kesejahteraan petani perlahan membaik. Rasio harga yang diterima petani kini meningkat lebih cepat dibandingkan biaya yang harus mereka keluarkan, baik untuk kebutuhan hidup maupun modal produksi.

Baca Juga  Sinergi Penyuluh dan Bulog Targetkan Serap 4 Juta Ton Gabah 2026

Bukti Efektivitas Pertanian Modern

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menilai capaian ini sebagai tonggak penting dalam penguatan ekonomi perdesaan. Transformasi menuju sistem pertanian modern dan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah mulai berdampak langsung pada kantong para petani.

“Capaian ini menjadi rekor baru. Ini bukti kebijakan kita di lapangan mulai dirasakan langsung oleh petani,” ujar Amran dalam keterangan resminya, Selasa (3 Maret 2026).

NTP sendiri merupakan indikator utama untuk mengukur daya beli masyarakat di desa. Semakin tinggi angka NTP, semakin kuat kemampuan petani untuk menukarkan hasil buminya dengan barang atau jasa yang mereka butuhkan.

Baca Juga  Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa

Hortikultura Jadi Primadona

Berdasarkan data BPS, kenaikan indeks harga yang diterima petani dipicu oleh merangkaknya harga beberapa komoditas unggulan. Nama-nama seperti cabai rawit, karet, kelapa sawit, dan bawang merah menjadi penyumbang utama keuntungan petani di bulan Februari.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, merinci bahwa subsektor hortikultura mengalami lompatan paling signifikan. Indeksnya melesat dari 119,62 pada Januari menjadi 139,57 pada Februari 2026, atau tumbuh sebesar 16,68 persen.

“Kenaikan ini menunjukkan bahwa secara umum daya beli petani mengalami perbaikan,” terang Ateng. Selain hortikultura, kenaikan juga terjadi pada subsektor perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan.

Baca Juga  Lowongan Kerja Sugar Group Companies, Penebang Tebu Tubaba Bisa Raih Rp3,6 Juta

Catatan untuk Tanaman Pangan

Meski mayoritas sektor tumbuh positif, tantangan masih terlihat pada subsektor tanaman pangan. Kelompok ini menjadi satu-satunya yang mengalami sedikit koreksi, yakni turun 0,88 persen dari angka 113,43 menjadi 112,43.

Penurunan tipis ini menjadi perhatian pemerintah untuk terus menjaga stabilitas harga gabah dan jagung agar tetap menguntungkan di tingkat petani. Secara keseluruhan, perbaikan daya beli ini diharapkan terus berlanjut seiring masuknya masa panen raya di berbagai wilayah Indonesia.(*)

Berita Terkait

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus
Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung
Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa
Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026
Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026
Gubernur Mirza Apresiasi Restorasi Ekosistem Way Kambas
Hilirisasi Komoditas Jadi Kunci Ekonomi Lampung Tembus 8 Persen
Stok Pangan Aman Jelang Lebaran, Harga Terkendali

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:13 WIB

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:02 WIB

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:52 WIB

Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:37 WIB

Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:09 WIB

Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB