Menteri Pertanian Amran Sulaiman Cabut 2.300 Izin Pedagang Pupuk Nakal, 192 Pejabat Dicopot

Sabtu, 10 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, bersih-bersih mafia pupuk. (Foto: ist)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, bersih-bersih mafia pupuk. (Foto: ist)

Inti Berita:

Tindakan Tegas: Pencabutan izin 2.300 pedagang pupuk se-Indonesia yang menjual di atas harga HET.

Sanksi Internal: 192 pejabat dan oknum Kementan dipecat hingga dipenjara karena kinerja buruk.

Proses Hukum: Sebanyak 76 orang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait mafia pangan.

Momentum: Disampaikan saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang (7/1/2026).

(Lingkartani.com): Ketegasan dalam menjaga distribusi pupuk bersubsidi kembali ditunjukkan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Dalam pidatonya di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Mentan melaporkan langkah “pembersihan” besar-besaran terhadap mafia pupuk. Acara ini berlangsung di sela Panen Raya di Karawang, Rabu (7/1/2026).

Mentan menegaskan tidak ada ruang bagi pihak yang mempermainkan nasib petani. Hingga saat ini, sebanyak 2.300 izin pedagang pupuk di seluruh Indonesia resmi dicabut. Langkah ini diambil karena para pedagang tersebut terbukti menjual pupuk di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Baca Juga  Industri Pakan Ternak Japfa Comfeed Maksimalkan Jagung Lokal untuk Peternak Lampung

“Izin yang kami cabut sudah 2.300-an seluruh Indonesia. Begitu harga naik dari HET, main-main, kita cabut izinnya. Langsung hari ini, tinggal tombol, langsung cabut izinnya,” tegas Amran dengan nada bicara yang berapi-api.

Seret Mafia Pangan ke Ranah Hukum

Perang terhadap mafia pupuk tidak dilakukan sendirian oleh Kementan. Amran mengakui adanya kolaborasi erat dengan aparat penegak hukum seperti Polri dan Kejaksaan Agung. Koordinasi yang kuat ini telah membuahkan hasil dengan tertangkapnya puluhan pelaku kriminal di sektor pangan.

Baca Juga  TP PKK Lampung Gelar Khitanan Massal dan Santuni Pasien Rujukan

Dalam kesempatan tersebut, Mentan menyampaikan apresiasi kepada Kapolri dan Jaksa Agung. Ia menyebutkan bahwa saat ini sudah ada 76 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Ketegasan ini merupakan perintah langsung dari Presiden untuk melindungi hak-hak petani di lapangan.

“Jujur, aku sering jual nama Bapak (Jaksa Agung) di lapangan. Aku bilang ini perintah Pak Jaksa Agung, ‘ini harus ditangkap’. Sekarang tersangka sudah 76,” ungkapnya. Langkah berani ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi oknum lain yang mencoba bermain-main dengan distribusi pupuk.

Bersih-bersih Internal, 192 Pejabat Kementan Dicopot

Selain menyasar pedagang nakal, Mentan Amran juga melakukan pembersihan di tubuh internal Kementerian Pertanian. Tercatat ada 192 orang pejabat maupun pegawai yang telah diberikan sanksi berat. Mereka yang terlibat penyelewengan kini ada yang dicopot, dipecat, hingga mendekam di penjara.

Baca Juga  Stabilitas Harga Pangan Lampung, Gubernur Mirza Pastikan Stok Aman Jelang Ramadan

Amran menegaskan bahwa kepatuhan terhadap perintah Presiden adalah harga mati. Pejabat yang tidak mampu menunjukkan kinerja baik atau tidak patuh pada visi kedaulatan pangan akan langsung diganti. Ia berkomitmen untuk terus menjaga integritas kementerian selama masa jabatannya.

“Kalau kinerja nggak baik, nggak patuh perintah Presiden, kamu harus dicopot,” tuturnya. Di akhir pidato, Amran juga berterima kasih kepada jajaran menteri Kabinet Merah Putih yang kompak bahu-membahu mewujudkan target swasembada pangan yang diimpikan bangsa.(*)

Berita Terkait

Garap Pasar Arab Saudi, Bulog Bangun Gudang Beras di Kampung Haji
Produk Pertanian Indonesia Kini Bebas Pajak Masuk ke Amerika Serikat
Waspada Lonjakan Harga Cabai dan Ayam, Pemprov Lampung Perketat Pengawasan
Impor Jagung Amerika Serikat Masuk RI Demi Pasokan Industri Makanan
Bulog Siapkan 100 Ribu Ton Minyakita Demi Stabilkan Harga di Pasar
Ekoteologi Islam Jadi Kunci Benahi Kerusakan Hutan dan Lingkungan di Sumatera
Tim Saber Pangan Awasi Pasar Lampung Jelang Lebaran dan Temukan Kemasan Rusak
Perpres 113/2025 Jadi Solusi Efisiensi Pupuk Bersubsidi dan Turunkan HET 20 Persen

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 20:14 WIB

Garap Pasar Arab Saudi, Bulog Bangun Gudang Beras di Kampung Haji

Senin, 23 Februari 2026 - 19:49 WIB

Produk Pertanian Indonesia Kini Bebas Pajak Masuk ke Amerika Serikat

Senin, 23 Februari 2026 - 16:16 WIB

Impor Jagung Amerika Serikat Masuk RI Demi Pasokan Industri Makanan

Senin, 23 Februari 2026 - 09:07 WIB

Bulog Siapkan 100 Ribu Ton Minyakita Demi Stabilkan Harga di Pasar

Minggu, 22 Februari 2026 - 20:44 WIB

Ekoteologi Islam Jadi Kunci Benahi Kerusakan Hutan dan Lingkungan di Sumatera

Berita Terbaru