Inti Berita:
• Masalah: Potensi lonjakan harga daging sapi akibat permainan harga oleh jagal di Rumah Potong Hewan (RPH) menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
• Solusi: Instruksi tegas pelarangan kenaikan harga, pengawasan ketat oleh Satgas Pangan Polri, dan sanksi penghentian pasokan sapi dari feedloter.
• Data: Harga sapi siap potong ditetapkan maksimal Rp56.000/kg di RPH agar harga daging di pasar tidak melebihi Rp130.000/kg.
(Kitani.id): Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan instruksi tegas kepada seluruh Rumah Potong Hewan (RPH) di Indonesia. Ia melarang keras para jagal menaikkan harga daging sapi menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pangan nasional agar tetap terkendali.
Pemerintah secara resmi telah menetapkan batas harga sapi siap potong dari feedloter maksimal Rp55.000 per kilogram. Sementara itu, harga terima di tingkat RPH dipatok maksimal Rp56.000 per kilogram. Ketentuan ini wajib dipatuhi oleh semua jagal agar harga daging di pasar tidak melambung tinggi.
“Seluruh RPH tidak boleh menaikkan harga daging. Pemerintah ingin memastikan harga sapi dan daging tetap stabil,” tegas Mentan Amran dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/2/2026). Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa tekanan lonjakan harga pangan.
Satgas Pangan Siap Tindak Tegas Jagal Nakal
Selain penetapan harga, pemerintah juga mengerahkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Mabes Polri untuk melakukan pengawasan ketat. Tim ini akan turun langsung memeriksa RPH yang diduga memainkan harga daging secara tidak wajar. Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah tidak akan segan untuk melakukan penindakan hukum secara tegas.
Selanjutnya, Mentan Amran menginstruksikan para feedloter untuk memutus rantai pasok kepada jagal yang tidak patuh. Feedloter dilarang menyuplai sapi hidup kepada pemotong yang melanggar ketentuan harga karkas dan daging. Upaya penertiban ini dianggap krusial agar stabilisasi harga di tingkat konsumen berjalan efektif.
Berdasarkan data BPS, saat ini kondisi harga pangan nasional sebenarnya cenderung stabil dan mengalami deflasi pada beberapa komoditas. Meskipun demikian, pengawasan tetap diperketat karena daging sapi sering menjadi pemicu inflasi saat hari besar keagamaan.
Dengan pasokan yang aman, pemerintah berkomitmen penuh menjaga harga tetap terjangkau bagi seluruh masyarakat.(*)








