Lampung Siap Jadi Lumbung Kedelai Nasional, Tekan Impor Lewat Perhutanan Sosial

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Lampung, Elvira Umihanni, optimis Lampung mampu berkontribusi dalam upaya menuju swasembada kedelai secara nasional. (Foto: ist)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Lampung, Elvira Umihanni, optimis Lampung mampu berkontribusi dalam upaya menuju swasembada kedelai secara nasional. (Foto: ist)

Inti Berita

Masalah: Kebutuhan kedelai Indonesia saat ini masih bergantung 100 persen pada impor.

Solusi: Perluasan kawasan kedelai di Lampung melalui pola perhutanan sosial dan pendampingan ahli.

Data/Biaya: Lampung Utara telah sukses melaksanakan panen raya pada Oktober 2025 sebagai pilot project kedelai unggul.

(Kitani.id): Provinsi Lampung rindu masa kejayaannya. Pada dekade 1980-an, tanah Sang Bumi Ruwa Jurai tersohor sebagai lumbung kedelai nasional. Kini, semangat itu coba dibangkitkan kembali melalui kebijakan perluasan kawasan tanam.

Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Lampung sedang menyiapkan langkah besar. Targetnya jelas, yakni mengurangi ketergantungan impor yang masih menyentuh angka 100 persen. Kebijakan ini selaras dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga  Revitalisasi Bumi Dipasena Lampung Jadi Kunci Pasok Makan Bergizi Gratis

“Kita butuh perluasan kawasan kedelai. Pemerintah daerah harus menginisiasi peningkatan produksi ini,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Lampung, Elvira Umihanni, Kamis (15/1/2026).

Belajar dari Kesuksesan di Lampung Utara

Langkah menuju swasembada ini bukan sekadar mimpi di atas kertas. Pada Oktober 2025 lalu, Lampung Utara sukses menggelar panen raya kedelai. Acara tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara TNI Angkatan Laut, pemerintah pusat, dan daerah.

Keberhasilan di Lampung Utara akan menjadi contoh bagi wilayah lain. Pemerintah berencana menggunakan pola perhutanan sosial untuk memperluas lahan. Para petani nantinya tidak akan berjalan sendirian di tengah sawah.

Baca Juga  Bulog Siapkan 100 Ribu Ton Minyakita Demi Stabilkan Harga di Pasar

“Kita akan gunakan pendampingan dari para ahli. Ahli-ahli ini sebelumnya sudah mendampingi Lanal dalam mengelola lahan,” tambah Elvira.

Budidaya yang Menantang Namun Menjanjikan

Menanam kedelai memang punya tantangan tersendiri. Karakter tanamannya lebih manja dibandingkan jagung atau padi. Oleh karena itu, pendampingan teknis menjadi kunci utama bagi para petani kita.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memberikan apresiasi tinggi pada pilot project ini. Menurutnya, kedelai sangat cocok tumbuh di tanah Lampung. Jika dikelola dengan baik, kesejahteraan petani lokal pasti akan meningkat pesat.

Baca Juga  Jembatan Way Sepagasan Diresmikan, Akses Pertanian Lampung Barat Kian Lancar

“Jika dipadukan dengan produksi jagung, kita bisa buat pakan ternak murah,” tutur Gubernur Mirza saat panen Oktober lalu. Hal ini tentu akan memperkuat kedaulatan pangan nasional dari Lampung.

Gubernur Mirza berharap dukungan penuh dari pusat. Ia ingin Lampung ditetapkan secara resmi sebagai sentra kedelai nasional. Dukungan pupuk dan teknologi sangat dinantikan oleh masyarakat pedesaan.

Harapan besar kini disampirkan pada kepemimpinan nasional yang baru. Lampung optimistis bisa menjadi daerah yang mandiri dan maju. Lebih dari itu, Lampung siap memberi makan wilayah lain di Indonesia.(*)

Berita Terkait

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng
Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional
Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah
Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM
Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu
MBG di Mata Purbaya, Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis
Kepala BGN Pastikan Motor Operasional MBG untuk Kepala SPPG
Petani Lampung Selatan Mulai Go Digital, Urus Sawah Kini Cukup Lewat HP

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 19:18 WIB

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng

Jumat, 10 April 2026 - 23:32 WIB

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 - 19:45 WIB

Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah

Jumat, 10 April 2026 - 10:32 WIB

Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM

Kamis, 9 April 2026 - 20:30 WIB

Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB