Inti Berita:
• Masalah: Pentingnya peningkatan kapasitas pengelola kebun raya untuk menghadapi perubahan global dan tantangan konservasi.
• Solusi: Kepala Kebun Raya Itera terpilih menjadi wakil tunggal Indonesia dalam pelatihan manajemen internasional di Shanghai.
• Data: Kegiatan berlangsung 28 Juni–12 Juli 2026, melibatkan delegasi dari 34 negara di Asia.
(Kitani.id): Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan dan konservasi Lampung. Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Konservasi Flora Sumatera atau Kebun Raya Itera, Alawiyah, terpilih mewakili Indonesia dalam ajang internasional di Tiongkok.
Alawiyah akan mengikuti International Training Course on Botanic Garden Development and Management. Agenda ini dijadwalkan berlangsung di Shanghai Chenshan Botanical Garden mulai 28 Juni hingga 12 Juli 2026 mendatang.
Kepala Kebun Raya Itera ini berhasil menyisihkan kandidat lain melalui seleksi administrasi yang ketat. Panitia melihat kiprah nyata Alawiyah dalam membangun pusat konservasi Itera sejak tahun 2016 hingga menjadi ikon edukasi di Sumatera.
Perkuat Jejaring Konservasi Asia
Pelatihan tersebut merupakan inisiasi dari International Association of Botanic Gardens. Fokus utamanya adalah memperkuat kapasitas profesional para pengelola kebun raya di kawasan Asia guna menghadapi dinamika lingkungan global.
Alawiyah menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya ia sebagai delegasi tanah air. Baginya, kesempatan ini adalah jembatan untuk membawa praktik manajemen terbaik dari kancah internasional ke pusat konservasi lokal.
“Melalui kegiatan ini saya berharap dapat memperluas wawasan dan membangun jejaring internasional untuk memperkuat peran Kebun Raya Itera sebagai pusat konservasi dan wisata ilmiah,” ungkap Alawiyah seperti dikutip dari laman resmi Itera, Jumat (13 Maret 2026).
Pelajari Strategi dan Etnobotani
Selama dua pekan, peserta akan mendalami berbagai materi mulai dari strategi pengembangan, perencanaan konservasi, hingga pemasaran. Selain itu, terdapat sesi khusus mengenai etnobotani serta kunjungan ke berbagai museum sejarah alam di Shanghai.
Delegasi juga akan meninjau langsung fasilitas kelas dunia di Shanghai Botanical Garden dan Shanghai Expo Culture Park. Alawiyah berharap pengalaman ini dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan penelitian dan jasa lingkungan di kampus Itera.
Kepala Kebun Raya Itera ini juga memberikan apresiasi kepada jajaran pimpinan kampus. Berkat ruang pengembangan yang diberikan, pusat konservasi flora Sumatera ini bisa terus tumbuh dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.(*)








