Inti Berita:
Masalah: Ketergantungan impor gula dan perlunya peningkatan produktivitas tebu rakyat di tingkat hulu.
Solusi: Penyaluran bantuan 5,9 miliar mata benih tebu unggul untuk memperluas areal tanam nasional.
Data: Target luas tanam 99.547 hektare di 74 kabupaten dengan sasaran produksi 3 juta ton gula pada 2026.
(Kitani.id): Kementerian Pertanian tengah memacu penguatan sektor perkebunan tebu rakyat secara besar-besaran. Langkah strategis ini bertujuan untuk mempercepat pencapaian swasembada gula nasional yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan dukungan bibit berkualitas bagi para petani di berbagai daerah.
Pemerintah menargetkan penyaluran 5,9 miliar mata benih tebu pada tahun 2026. Bantuan ini diproyeksikan mampu mencakup pengembangan areal tanam seluas 99.547 hektare. Program ambisius tersebut akan dilaksanakan menyebar di 10 provinsi dan 74 kabupaten seluruh Indonesia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembenahan sistem produksi dilakukan secara menyeluruh. Dikatakannya fokus utama pemerintah adalah memastikan petani tebu meraih keuntungan maksimal. Strategi ini mencakup perbaikan dari sektor hulu hingga hilir secara terintegrasi.
“Kami melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir, mulai dari benih, pola tanam, sistem hilirisasi, hingga aspek pemasaran. Tujuannya sederhana, pekebun harus mendapatkan keuntungan,” ujar Amran dalam keterangannya, Selasa (10 Maret 2026).
Fondasi Benih Unggul untuk Petani
Peningkatan produksi gula nasional diharapkan mampu menyentuh angka 3 juta ton. Target ini sejalan dengan optimalisasi lahan yang sudah dimulai sejak tahun 2025 lalu. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada ketersediaan benih yang memiliki kualitas standar unggul.
Plt Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menjelaskan pentingnya akses benih bagi pekebun. Menurutnya, benih berkualitas adalah kunci utama untuk meningkatkan rendemen atau kadar gula. Hal ini menjadi fondasi penting agar hasil panen petani semakin bernilai tinggi.
“Benih merupakan fondasi utama dalam budi daya tebu. Melalui program bantuan benih ini, pemerintah ingin memastikan pekebun memperoleh akses terhadap benih unggul sehingga produktivitas dan rendemen tebu dapat meningkat,” kata Roni.
Selanjutnya, pemerintah akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan penangkar benih lokal. Upaya ini dilakukan agar penyaluran bantuan bisa berjalan tepat waktu dan tepat sasaran. Harapannya, kesejahteraan petani tebu meningkat dan ketergantungan impor gula dapat segera teratasi.(*)








